Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Style

Hapus Minimum Harga Saham BEI, IHSG Turun 1 Persen

Merry by Merry
September 28, 2026
in Style
0
Hapus Minimum Harga Saham BEI, IHSG Turun 1 Persen
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada hari ini, mencatatkan kerugian sebesar 1% yang setara dengan 62,19 poin, sehingga terjun ke level 6.179,71 pada pukul 10.27 WIB. Penurunan ini melanjutkan tren negatif yang sudah terjadi sejak sesi pembukaan, di mana IHSG dibuka pada level 6.209,75 dan sempat mencapai titik tertinggi harian di 6.227,90.

You might also like

Bank Mulai Patuh Aturan Baru Insentif Likuiditas Menurut Destry Ungkap

Akusisi BYAN oleh Jhonlin Tak Bebani JARR, Ini Faktanya

1.800 Ton Emas Warga Indonesia Tersembunyi di Bawah Bantal Bernilai Rp 4.500 Triliun

Menurut data yang dilansir, volume perdagangan saham tercatat mencapai 15,16 miliar lembar, sedikit di bawah rata-rata harian yang mencapai 17,44 miliar lembar. Selain itu, ada 151,65 juta lot yang diperdagangkan dengan total nilai transaksi sekitar Rp3.437,17 miliar, menunjukkan bahwa aktivitas pasar tetap berlangsung meskipun ada penurunan indeks.

Penurunan IHSG ini terjadi setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan perubahan penting terkait kebijakan harga saham. Mulai Senin, 28 September 2026, batas harga terendah untuk perdagangan saham di pasar reguler dan pasar tunai akan diturunkan dari Rp50 per lembar menjadi Rp1 per lembar, memungkinkan saham dengan harga terendah dapat diperdagangkan lebih fleksibel.

Perubahan ini diharapkan akan menarik lebih banyak investor untuk berpartisipasi, terutama saham-saham yang sebelumnya berada di rentang harga Rp50 yang kini dapat diperdagangkan pada tingkat harga yang lebih terjangkau. Mekanisme ini juga bertujuan untuk meningkatkan likuiditas pasar, memberikan kesempatan lebih bagi pelaku pasar dalam mengelola portofolio investasi mereka.

Selaras dengan kebijakan harga terendah yang baru, BEI juga membuat penyesuaian terhadap batasan Auto Rejection (AR) untuk saham dan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA). Penyesuaian ini penting untuk memberikan lebih banyak ruang bagi pergerakan harga saham dalam perdagangan di pasar.

Ketentuan baru yang diatur dalam dua Surat Keputusan (SK) Direksi BEI akan mulai berlaku pada 28 September 2026. Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB) yang diterapkan hingga 31 Desember 2026 akan tetap mempertahankan ARB asimetris sebesar 15% untuk Efek Bersifat Ekuitas yang diperdagangkan di harga di atas Rp10.

Namun, untuk efek yang diperdagangkan di rentang harga Rp1 hingga Rp10, ARA dan ARB akan ditetapkan masing-masing pada Rp1. Pengembalian ke sistem simetris untuk ARB akan diterapkan mulai 1 Januari 2027 sesuai rentang harga yang ditetapkan.

Pengaruh Penyesuaian Kebijakan terhadap Pasar Keuangan

Penyesuaian kebijakan harga saham ini bukan tanpa konteks. Pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan yang cukup besar pada pekan lalu yang dipicu oleh ketidakpastian global serta kekhawatiran atas suku bunga yang cenderung tetap tinggi. Fleksibilitas harga diharapkan bisa memulihkan minat investor yang mungkin sudah jenuh dengan kondisi yang ada.

Tidak hanya IHSG yang berada dalam tekanan, tetapi juga sentimen pasar secara keseluruhan yang berimbas pada penutupan pekan lalu. Pada hari Jumat (25/9/2026), IHSG ditutup melemah 0,90% dengan total nilainya turun ke level 6.241,89. Hal ini membawa kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) jatuh ke angka Rp10.929 triliun.

Investor asing pun menunjukkan ketidakpastian ini dengan mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp559,08 miliar. Dalam satu pekan terakhir, total net sell asing berada di angka Rp 3,16 triliun, yang merupakan kenaikan dibandingkan pekan sebelumnya di angka Rp 2,96 triliun. Data ini mencerminkan ketidakpastian di kalangan investor luar tentang masa depan pasar Indonesia.

Tantangan yang Dihadapi Pasar Modal Indonesia

Dengan adanya penyesuaian ini, tantangan yang dihadapi oleh pasar modal Indonesia tetap signifikan. Investor harus tetap waspada terhadap fluktuasi harga dan kondisi global yang mempengaruhi sentimen pasar. Ketidakpastian dari luar negeri, termasuk keinginan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut, dapat memberikan tekanan tambahan bagi IHSG.

Selama pekan lalu, setiap langkah yang diambil oleh pelaku pasar sangat diperhatikan. Saham-saham yang diharapkan tetap tampil baik justru tertekan oleh aksi jual investor asing, yang bereaksi terhadap isu-isu makroekonomi yang beredar. Dengan ketegangan ini, investor lokal diharapkan bisa menjadi penyangga yang stabil.

Rupiah juga mengalami tekanan yang signifikan, menjadikannya sebagai mata uang yang paling tertekan di Asia. Meski mata uang Garuda mengalami sedikit penguatan sebesar 0,03% pada perdagangan terakhir pekan lalu, secara keseluruhan tetap mengalami penurunan 0,85% dalam seminggu. Hal ini menjadi sinyal bahwa sektor mata uang juga terpengaruh oleh volatilitas yang terjadi di pasar saham.

Prospek Pasar di Masa Depan Terkait Kebijakan Baru

Dengan penerapan kebijakan baru oleh BEI, terutama yang terkait dengan penurunan harga minimum, harapan untuk peningkatan likuiditas pasar semakin besar. Para analis memperkirakan bahwa ini dapat menciptakan lebih banyak kesempatan bagi investor untuk membeli saham pada harga yang lebih rendah, yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan pasar dalam jangka panjang.

Pasar mungkin juga akan mendapatkan aliran investasi baru jika pelaku pasar merasa lebih nyaman dengan struktur harga yang kini lebih fleksibel. Penyesuaian ini diharapkan bisa menarik kembali kapabilitas investasi di pasar modal Indonesia, yang sebelumnya mungkin terhambat oleh ketidakpastian.

Secara keseluruhan, meskipun tantangan yang dihadapi cukup banyak, perubahan yang dilakukan bisa menjadi langkah positif menuju pemulihan pasar keuangan. Pelaku pasar dan investor lokal diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil keputusan investasi yang lebih bijak dan menguntungkan.

Tags: BEIHapusHargaIHSGMinimumPersenSahamTurun
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

Bank Mulai Patuh Aturan Baru Insentif Likuiditas Menurut Destry Ungkap

by Merry
September 28, 2026
0
Bank Mulai Patuh Aturan Baru Insentif Likuiditas Menurut Destry Ungkap

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, baru-baru ini menyatakan bahwa banyak bank telah mulai mengadopsi skema baru dalam pemberian Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang diberlakukan sejak 1 September 2026....

Read more

Akusisi BYAN oleh Jhonlin Tak Bebani JARR, Ini Faktanya

by Merry
September 27, 2026
0
Heboh Akuisisi Haji Issam oleh BYAN Ini Penjelasan Lengkap Manajemen

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) baru-baru ini memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana akuisisi PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh PT Jhonlin Baratama. Penjelasan...

Read more

1.800 Ton Emas Warga Indonesia Tersembunyi di Bawah Bantal Bernilai Rp 4.500 Triliun

by Merry
September 27, 2026
0
Harta Karun Emas 30000 Ton di Banten Heboh karena Pencurian oleh Kelompok Asing

Pemerintah Indonesia baru-baru ini mengungkap fakta yang cukup mengejutkan tentang potensi ekonomi yang tersembunyi di dalam masyarakat. Ternyata, ribuan ton emas yang dimiliki masyarakat umum masih tersimpan di...

Read more

KRL Bekas Jepang JR 209 Dilirik RI, KCI Berikan Penjelasan

by Merry
September 26, 2026
0
KRL Bekas Jepang JR 209 Dilirik RI, KCI Berikan Penjelasan

Rencana impor Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang kini memasuki fase yang lebih lanjut. KAI Commuter terus berupaya berkomunikasi dengan operator di Jepang untuk memastikan armada yang...

Read more

Suami-Istri Untung Rp29 Miliar dari Saham karena Nguping

by Merry
September 26, 2026
0
Suami-Istri Untung Rp29 Miliar dari Saham karena Nguping

Insider trading merupakan praktik yang sangat dilarang dalam dunia finansial, di mana individu memanfaatkan informasi non-publik untuk mendapatkan keuntungan. Sebuah kasus menarik datang dari Amerika Serikat yang melibatkan...

Read more
Next Post
Kinerja Emiten Plastik RI Terancam Akibat Beban Naik

Kinerja Emiten Plastik RI Terancam Akibat Beban Naik

Related News

Waspadai Penipuan Baru Mengaku Petugas Dukcapil

Waspadai Penipuan Baru Mengaku Petugas Dukcapil

September 1, 2026
Situasi Terkini Penggeledahan Kantor BGN oleh Kejaksaan Agung

Situasi Terkini Penggeledahan Kantor BGN oleh Kejaksaan Agung

June 3, 2026
Kapal Mengalami Masalah di Laut, 26 Penumpang Dievakuasi ke Pulau Panggang

Kapal Mengalami Masalah di Laut, 26 Penumpang Dievakuasi ke Pulau Panggang

June 13, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Anak Bank Baru Besar Bos Bunga Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Harga IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Kasus Kebakaran Laba Menjadi Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rupiah Saat Saham Setelah Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?