PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor perumahan di Indonesia. Dengan memperluas program penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP), BNI berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan hunian yang layak. Langkah ini merupakan bagian dari kontribusi BNI dalam program nasional yang bertujuan menyediakan tiga juta rumah untuk menekan masalah backlog perumahan di tanah air.
Partisipasi BNI dalam pelaksanaan akad massal KPR FLPP menjadi bukti konkret dari upaya tersebut, dengan menargetkan 50.030 unit rumah untuk disalurkan pada tahun 2025. Acara akad massal yang diadakan di Perumahan Pondok Banten Indah, Serang, Banten, menggabungkan format daring dan luring serta mengundang berbagai pihak terkait.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Kehadiran BNI di acara ini memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan yang peduli dan aktif dalam pengembangan sektor perumahan nasional.
Putrama Wahju Setyawan, Direktur Utama BNI, menegaskan, “BNI berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa BNI tidak hanya menunjukkan komitmen dalam penyaluran kredit, tetapi juga dalam aspek sosial yang lebih luas.
Dari keseluruhan 50.030 akad KPR FLPP, sekitar 300 akad dilaksanakan secara langsung dengan melibatkan 11 bank penyalur, sementara sisanya dilakukan secara daring di 33 provinsi. Format hibrid ini memungkinkan lebih banyak masyarakat untuk terlibat, menciptakan kesetaraan akses dalam mendapatkan rumah.
Serah terima kunci kepada perwakilan MBR dari berbagai profesi menunjukkan dampak langsung program ini. Dengan melibatkan tenaga pendidik, pelaku usaha mikro, buruh, dan anggota TNI, program ini mencerminkan keberagaman dan inklusivitas dalam upaya menyediakan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Perjanjian Kerja Sama dengan Pemerintah untuk Penyaluran KPR FLPP 2026
Seiring dengan pencapaian ini, BNI terus melanjutkan komitmennya untuk mendukung program perumahan nasional. Pada tahun 2026, BNI berhasil memperoleh mandat penyaluran 17.356 unit KPR FLPP melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan pemerintah. Hal ini menandakan kesinambungan BNI dalam mendukung misi pemerintahan untuk mengurangi backlog perumahan di Indonesia.
Penandatanganan perjanjian tersebut dilaksanakan di Kantor Pusat BP Tapera, Jakarta, oleh para perwakilan dari 43 bank penyalur, menunjukkan kolaborasi yang kuat antara sektor publik dan swasta. Dalam acara ini, BNI diwakili oleh Direktur Network & Retail Funding Rian Eriana Kaslan.
Dengan posisi BNI sebagai salah satu dari 10 bank dengan kuota FLPP terbesar, peluang untuk memperluas layanan dan penyaluran kredit semakin terbuka lebar. Rian Eriana menyatakan optimisme tentang kemampuan BNI dalam menyalurkan program ini dengan tepat sasaran dan akuntabel.
“Kami percaya bahwa dengan jaringan yang luas dan kemitraan erat dengan BP Tapera, penyaluran FLPP pada tahun 2026 dapat berjalan efisien dan efektif,” tambahnya. Ini menunjukkan dedikasi BNI untuk memberikan akses yang lebih baik terhadap perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
BNI juga berkomitmen untuk memberikan lebih dari sekadar layanan keuangan. Mereka akan menyediakan pendidikan dan informasi yang diperlukan kepada masyarakat tentang manfaat dan skema pembiayaan KPR FLPP. Ini menjadi bagian penting dari strategi BNI untuk menyokong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Strategi Jangka Panjang untuk Mendukung Program Perumahan Nasional
Ke depan, BNI akan terus berupaya mengoptimalkan jaringan kantor dan area operasionalnya untuk mendukung program perumahan nasional. Dari pelatihan kepada debitur hingga dukungan teknis pelaksanaan akad secara hibrid, semua aspek akan diperhatikan untuk memastikan kelancaran program ini. Hal ini merupakan bagian integral dari peran BNI sebagai lembaga keuangan yang bertanggung jawab.
Pendidikan keuangan bagi masyarakat juga menjadi prioritas bagi BNI. Melalui penyuluhan dan seminar, masyarakat akan lebih memahami pentingnya memiliki rumah dan bagaimana program KPR FLPP dapat membantu mereka meraihnya. Dengan memberikan edukasi yang komprehensif, BNI ingin memastikan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan program ini sebaik mungkin.
Dalam kerjasama ini, BNI tidak hanya bertujuan untuk memenuhi target penyaluran kredit, tetapi juga untuk membangun fondasi kesejahteraan sosial. Modal sosial yang kuat diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan visi yang jelas dan komitmen kuat, BNI siap menjalankan perannya dalam sektor perumahan. Melalui kontribusi berkelanjutan dan integrasi program-program yang ada, mereka bertekad untuk menjadi pilar yang kokoh dalam mendukung pembangunan perumahan di Indonesia.
Inisiatif ini bukan hanya tentang menyediakan rumah, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik untuk masyarakat. Dengan dukungan BNI, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.




