PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen untuk memperkuat dunia perfilman Indonesia melalui dukungan kepada talenta lokal. Hal ini diwujudkan dalam Gala Premiere film terbaru berjudul “Timur” yang digelar di Epicentrum XXI Jakarta, dengan penekanan pada pentingnya sinergi antara sektor perbankan dan industri kreatif.
Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menyatakan bahwa dukungan terhadap film ini merupakan bagian dari strategi untuk mendorong talenta Indonesia agar mampu bersaing di pasar global. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi industri film untuk berkembang di tengah tantangan zaman.
Melalui kehadiran BNI dalam proyek ini, diharapkan akan terbuka lebih banyak peluang bagi sineas muda untuk berkarya. Ini adalah langkah konkret untuk memperkuat ekosistem industri kreatif nasional yang pada gilirannya dapat memberikan dampak ekonomi yang positif.
Peran BNI dalam Mendukung Talenta Sineas Indonesia
BNI memandang film sebagai media yang efisien untuk memperkenalkan budaya dan potensi lokal ke pentas dunia. Dengan berkolaborasi dalam produksi film, BNI ingin ikut berkontribusi langsung dalam pengembangan industri kreatif yang lebih inovatif.
Putrama Wahju Setyawan menegaskan pentingnya peran lembaga keuangan dalam mendukung inisiatif kreatif seperti perfilman. Hal ini tergambar dari komitmen BNI untuk memberikan bantuan serta ruang bagi sineas muda untuk menuangkan ide-ide mereka.
Melalui dukungan ini, BNI ingin menjadikan film “Timur” sebagai salah satu contoh bagaimana kolaborasi antara sektor finansial dan hiburan dapat menghasilkan karya berkualitas. Ini adalah langkah penting yang dapat membuka akses bagi generasi berikutnya untuk berkarya.
Kisah Di Balik Film “Timur” yang Inspiratif
Film “Timur” mengisahkan perjalanan seorang prajurit bernama Timur yang berjuang menyelamatkan peneliti dari penculikan di tengah hutan lebat. Cerita ini diangkat dari peristiwa nyata yang terjadi pada tahun 1996 di Mapenduma, memberikan dimensi emosional yang mendalam pada film ini.
Iko Uwais sebagai sutradara sekaligus aktor utama film, menyampaikan rasa bangganya bisa berkontribusi kembali ke industri film Indonesia. Dia melihat momen ini sebagai kesempatan untuk membangkitkan kembali film laga-emosional yang berkualitas di tanah air.
Dari perspektif Iko, film ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki makna mendalam dan pesan moral yang dapat menginspirasi banyak orang. Dengan menghadirkan cerita yang kuat, film ini diharapkan bisa diterima baik oleh penonton lokal maupun internasional.
Implikasi Kolaborasi antara Sektor Perbankan dan Industri Film
Kolaborasi ini adalah langkah strategis bagi BNI untuk memperluas jangkauan pengaruhnya di kalangan generasi muda. Dukungan terhadap film “Timur” juga mencerminkan kesadaran korporasi akan pentingnya berinvestasi dalam sektor kreatif yang sedang berkembang pesat.
Melalui inisiatif ini, BNI berharap dapat menginspirasi banyak pelaku industri lainnya untuk ikut berkontribusi dalam mendukung kreativitas lokal. Ini adalah kesempatan bagi perusahaan untuk membuktikan bahwa mereka tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga pada keberlanjutan budaya lokal.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya industri kreatif, diharapkan dukungan dari lembaga keuangan seperti BNI dapat mendorong lebih banyak sineas untuk berkarya. Ini adalah langkah positif untuk menciptakan ruang lebih luas bagi inovasi dan ekspresi budaya yang beragam.




