Meta, perusahaan yang mengawasi beberapa platform media sosial terkemuka, telah mengambil langkah signifikan di Australia dengan menonaktifkan akun pengguna yang berusia di bawah 16 tahun. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga keselamatan dan privasi anak-anak dalam lingkungan digital yang semakin kompleks.
Peraturan ini telah diumumkan pada November 2025 dan mulai diterapkan pada 4 Desember 2025, berdampak pada ratusan ribu akun pengguna di seluruh platform, termasuk Facebook, Instagram, dan Threads. Penertiban ini berpotensi menjadi acuan bagi kebijakan media sosial di negara lain seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan anak di dunia maya.
Kebijakan ini dijadwalkan untuk berlaku sejalan dengan aturan resmi yang lebih luas tentang penggunaan media sosial bagi anak-anak, yang akan dimulai pada 10 Desember 2025. Jika Meta gagal memenuhi ketentuan ini, mereka berisiko menghadapi denda yang sangat besar, menunjukkan komitmen yang kuat dari pemerintah untuk melindungi generasi muda.
Sebagai langkah lanjutan, juru bicara Meta menjelaskan bahwa mereka sedang berusaha untuk memenuhi persyaratan hukum yang kompleks dan membutuhkan waktu untuk proses penyesuaian. Hal ini menandakan bahwa pendekatan yang hati-hati dan terencana diperlukan untuk menjalankan kebijakan ini.
Transformasi Digital untuk Perlindungan Anak di Media Sosial
Ketika teknologi terus berkembang, begitu pula tantangan yang dihadapi oleh anak-anak dan remaja dalam berinteraksi di media sosial. Meta menekankan pentingnya perlindungan yang lebih ketat, termasuk verifikasi usia pada saat pengunduhan aplikasi. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman.
Dalam konteks ini, kebijakan baru tidak hanya berlaku untuk platform Meta saja, tetapi juga mencakup layanan lain seperti YouTube, TikTok, dan Snapchat. Ini menunjukkan bahwa perlindungan anak harus menjadi tanggung jawab seluruh industri digital secara keseluruhan.
Meta berencana untuk memperkuat pengawasan dan menerapkan sistem untuk mengevaluasi apakah anak-anak di bawah usia 16 tahun seharusnya memiliki akses ke platform mereka. Ini adalah langkah proaktif untuk menghindari potensi penyalahgunaan yang dapat terjadi di dunia maya.
Pentingnya Edukasi Digital untuk Anak-anak dan Remaja
Di samping verifikasi usia, edukasi digital menjadi aspek penting untuk memastikan anak-anak dapat berperilaku aman di dunia maya. Orang tua dan pengasuh perlu dilibatkan dalam proses ini, membantu anak-anak memahami risiko yang ada serta cara menggunakan media sosial dengan bijak.
Meta juga berupaya untuk memberikan panduan dan sumber daya bagi pengguna agar mereka dapat lebih memahami kebijakan baru ini. Dengan begitu, diharapkan orang tua dapat mendidik anak-anak mereka mengenai pentingnya menjaga privasi serta lebih waspada terhadap bahaya yang mungkin ditemui di platform digital.
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan teknologi, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan kesadaran akan penggunaan media sosial yang aman. Dengan pendekatan yang menyeluruh, akan ada harapan untuk mengurangi risiko yang dihadapi oleh generasi muda.
Implikasi Kebijakan Baru bagi Pengguna dan Platform Media Sosial
Para pengguna yang akunnya dinonaktifkan akan diberi kesempatan untuk menyimpan data penting seperti postingan, pesan, dan video sebelum akun tersebut ditutup. Ini memberikan ruang bagi mereka untuk mempertahankan informasi yang dianggap berharga.
Bagi remaja yang mungkin merasa salah teridentifikasi sebagai pengguna di bawah usia 16 tahun, mereka dapat mengajukan permohonan kembali dengan menyediakan bukti identitas diri. Hal ini menciptakan jalan bagi mereka untuk terus aktif di platform dengan cara yang sah.
Secara keseluruhan, kebijakan ini mengimplikasikan bahwa waktu dan usaha yang lebih besar diperlukan dari semua pihak untuk memastikan keberhasilan dalam perlindungan anak-anak di media sosial. Dengan mengimplementasikan kebijakan ini, diharapkan akan ada perubahan positif yang berdampak jangka panjang bagi keamanan digital.




