Insiden kebakaran yang melanda KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep menjadi pengalaman menegangkan bagi para penumpang. Pada Minggu, 3 Agustus, kapal tersebut terpaksa berhadapan dengan situasi yang sangat berbahaya saat api melalap sejumlah bagian kapal, membuat mereka terombang-ambing selama lima jam di tengah lautan.
Di antara penumpang tersebut, Arya (23) yang tengah menikmati sarapannya, tiba-tiba dikejutkan oleh teriakan panik dari penumpang lain. Ia segera bergegas mencari pelampung dan melupakan santapannya saat mengetahui bahwa mobil yang dibawanya terbakar.
Ketika api mulai menjalar, Arya tidak bisa berdiam diri. Dia memutuskan untuk melompat ke laut, bergabung dengan banyak penumpang lainnya dalam usaha menyelamatkan diri yang sangat dramatis.
Detik-Detik Menegangkan di Atas Kapal
Kejadian kebakaran ini bermula saat Arya sedang bersantai di dek kapal. Ketika mendengar teriakan mengenai kebakaran, suasana di kapal segera berubah drastis menjadi kekacauan. Penumpang mulai panik, mencari jalan keluar dan memburu pelampung untuk menyelamatkan diri.
Arya merasa kepanikan semakin meningkat saat melihat api mulai menghampiri haluan kapal. Dalam situasi yang tidak terkendali ini, mantan sopir ekspedisi asal Palu itu melompat ke laut dan berharap bantuan segera datang.
Selama lima jam, Arya dan para penyintas lainnya terkatung-katung di lautan. Mereka hanya berpegangan pada pelampung sembari menunggu kapal penyelamat tiba untuk membawa mereka ke tempat yang lebih aman.
Upaya Penyelamatan yang Berhasil
Setelah penantian yang panjang tersebut, harapan akhirnya muncul. Sebuah kapal tanker milik Pertamina mendekat dan memberikan pertolongan. Arya beserta sebelas penyintas lainnya berhasil dievakuasi dari lautan yang penuh keganasan.
Evakuasi itu berlangsung sukses, dan mereka kemudian dipindahkan ke KRI Nala-363 untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut. Dalam perjalanan menuju posko terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Arya merasa bersyukur bisa selamat dari insiden yang mengerikan ini.
Dalam perjalanan pulang, mereka tidak hanya membawa cerita mengenai kebakaran, tetapi juga rasa syukur ditemani perasaan haru ketika melihat kembali ke belakang pada pengalaman yang sulit dijelaskan.
Kisah Lain yang Tak Kalah Menegangkan
Reza, salah satu penumpang lainnya, juga memiliki pengalaman serupa. Dalam kebakaran itu, dia sedang menikmati sarapannya ketika teriakan panik mulai menggema dari seluruh penjuru kapal. Tanpa pikir panjang, Reza berlari turun untuk mencari pelampung.
Setelah berjuang melawan asap yang semakin pekat, Reza merasakan betapa gentingnya situasi tersebut. Ia tidak punya pilihan selain melompat ke laut setelah mencari sepupunya yang terpisah dalam kepanikan.
Itu adalah keputusan berani yang menyelamatkan nyawanya. Pada akhirnya, Reza juga berhasil diselamatkan oleh kapal yang melintasi lokasi dan dibawa ke tempat yang lebih aman di Terminal Gapura Surya Nusantara.
Peristiwa Kebakaran yang Memicu Respon Cepat
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II terjadi saat kapal sedang berlayar dari Surabaya menuju Makassar, mengangkut sekitar 250 penumpang. Kejadian ini dilaporkan pertama kali kepada petugas SAR pada pukul 08.24 WIB, dan informasi cepat ini memungkinkan koordinasi yang baik antara berbagai pihak dalam upaya evakuasi.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyebut bahwa kapal mulai terbakar sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB sebelum komunikasi dengan nahkoda terputus. Namun, tindakan cepat dari petugas SAR memberikan harapan bagi para penumpang yang terjebak dalam situasi berbahaya tersebut.
Tim SAR berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan posisi terakhir kapal. Ini sangat krusial untuk melakukan evakuasi yang aman dan efisien, terutama mengingat adanya risiko besar dari kebakaran yang bisa meluas.
Korban dalam Insiden yang Mengguncang
Hingga Senin, 3 Agustus, sebanyak 229 penumpang berhasil diselamatkan, namun sayangnya ada lima orang yang kehilangan nyawa dalam insiden ini. Pengalaman traumatis ini akan menjadi kenangan pahit bagi semua yang terlibat.
Kehilangan nyawa tentu saja menjadi sorotan utama di balik tindakan pencegahan yang harus diperhatikan oleh otoritas pelayaran untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Jika ada pelajaran yang dapat diambil, keamanan yang lebih baik di laut menjadi hal yang sangat diutamakan.
Insiden ini membuka mata kita mengenai pentingnya sistem evakuasi yang cepat dan efektif di atas kapal untuk melindungi para penumpang. Kejadian ini juga diharapkan menjadi dorongan untuk meningkatkan standar keselamatan di laut.









