Kepala Pos Wilayah Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, menekankan pentingnya percepatan penyerapan dana stimulan untuk pembangunan hunian tetap (Huntap). Dalam situasi pascabencana, hak masyarakat untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak harus dipenuhi dengan secepat mungkin.
Safrizal ZA memberikan instruksi kepada jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk tidak menunda-nunda akselerasi penyerapan dana. Pemerintah mengharapkan agar progres pembangunan dapat selesai sebelum masa transisi berakhir pada tanggal 30 Juli 2026.
Percepatan penyerapan dana dan pembangunan hunian tetap menjadi sangat krusial untuk memastikan bahwa masyarakat terdampak mendapatkan rehabilitasi yang diharapkan. Dengan geliat pembangunan, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih baik dan aman bagi masyarakat di Aceh.
Pentingnya Rehabilitasi Pasca Bencana di Aceh
Masa transisi darurat menuju pemulihan pascabencana di Aceh telah menjadi focus utama pemangku kebijakan. Tugas Satgas adalah memastikan daerah yang terdampak mendapatkan dukungan maksimal dalam bentuk dana dan pembangunan fisik yang diperlukan.
Melalui penyaluran bantuan yang tepat sasaran, masyarakat diharapkan dapat segera menata kembali kehidupan mereka. Ketersediaan hunian tetap sangat penting untuk memberikan stabilitas kepada masyarakat yang sebelumnya kehilangan rumah mereka akibat bencana.
Dalam konteks rehabilitasi, akses terhadap dana stimulus menjadi hal yang sangat mendesak. Satgas berupaya mendorong BPBD untuk mengeksplorasi semua kemungkinan dalam mempercepat hal ini, agar tidak ada lagi penundaan dalam pembangunannya.
Data dan Realisasi Pembangunan Hunian Tetap
Berdasarkan data terakhir, total bantuan stimulan yang telah disalurkan mencapai Rp653,7 miliar. Dari total dana tersebut, sekitar Rp570,03 miliar berhasil disalurkan ke rekening masyarakat yang berhak.
Kabupaten Aceh Tamiang tercatat sebagai wilayah dengan realisasi belanja tertinggi, mencapai Rp140,9 miliar. Ini menunjukkan bahwa dukungan dana telah sampai ke masyarakat dan digunakan untuk membangun kembali rumah mereka.
Namun, di sisi lain, Gayo Lues menjadi daerah dengan realisasi belanja terendah. Situasi ini menjadi perhatian khusus bagi pihak Satgas, yang terus berusaha memastikan semua daerah mendapatkan alokasi yang adil.
Target dan Strategi Penyelesaian Pembangunan Huntap
Untuk kategori rumah rusak berat, pemerintah menargetkan penyelesaian 12.671 unit Huntap. Hingga saat ini, sebanyak 398 unit sedang dalam tahap pembangunan dan 85 unit sudah selesai dibangun.
Penyelesaian hunian ini sangat penting agar masyarakat dapat segera menempati rumah yang layak. Selain itu, pihak Satgas juga mengingatkan bahwa keberlangsungan proses ini tidak hanya bergantung pada ketersediaan dana, tetapi juga implementasi di lapangan.
Strategi percepatan pembangunan menjadi fokus utama agar rumah dapat segera dihuni. Tindakan cepat ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang saat ini masih menghadapi ketidakpastian.









