Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi di Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2023, telah berdampak pada 45 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 109 jiwa. Gempa ini menimbulkan kerugian yang signifikan, baik dari segi korban luka maupun kerusakan infrastruktur di daerah terdampak.
Dari laporan terbaru, selain mencatat korban jiwa, sekitar 24 warga mengalami luka ringan sementara delapan lainnya mengalami luka berat. Proses verifikasi data terus dilakukan oleh petugas di lapangan untuk memperbarui informasi terkini mengenai keadaan warga yang terkena dampak.
Kabupaten Sigi, menjadi salah satu wilayah paling parah yang terdampak, mencatat sekitar 24 KK atau 69 jiwa terdampak. Kerusakan infrastruktur juga dilaporkan di beberapa lokasi lain yang terkena imbas dari gempa earthshaker ini.
Rincian Dampak Gempa di Sulawesi Tengah
Kabupaten Sigi mencatat jumlah korban terbanyak dengan 24 KK terdampak, di mana 21 di antaranya mengalami luka ringan dan delapan mengalami luka berat. Selain itu, Kabupaten Parigi Moutong melaporkan bahwa sekitar 21 KK atau 40 jiwa juga terdampak, menambah jumlah total korban akibat bencana ini.
Kota Palu dan Kabupaten Poso mencatat kasus luka ringan pada beberapa warga. Sementara pendataan di Kabupaten Donggala masih berlangsung untuk mengetahui dampak lebih lanjut dari gempa ini.
Data sementara menunjukkan bahwa selain korban jiwa, banyak rumah warga mengalami kerusakan. Kerusakan signifikan juga terjadi pada berbagai infrastruktur, termasuk jembatan dan fasilitas umum yang penting bagi masyarakat setempat.
Kerusakan Infrastruktur dan Bangunan
Wilayah yang mengalami dampak dari gempa meliputi Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi, Parigi Moutong, dan Poso. Di Kabupaten Parigi Moutong, lokasi yang terkena dampak adalah Desa Tolai dan Desa Boyan Tongo dengan total 64 unit rumah yang dilaporkan terdampak.
Kerusakan infrastruktur juga meliputi fasilitas ibadah, gedung perkantoran, dan jalan penghubung penting yang mengalami kerusakan akibat guncangan yang kuat. Di wilayah Kabupaten Sigi, 44 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk fasilitas-fasilitas publik yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Di sisi lain, di Kabupaten Poso tercatat beberapa unit rumah yang terdampak serta jalan provinsi yang mengalami kerusakan, memperburuk situasi pasca-gempa. Kerusakan di Kota Palu juga terlihat jelas pada infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi jalur vital bagi warga.
Aksi Penanggulangan dan Keselamatan Masyarakat
Pemerintah daerah, bekerja sama dengan BPBD dan instansi terkait, segera mengambil langkah-langkah untuk memastikan keselamatan masyarakat. Seluruh pasien di Rumah Sakit Anutapura sempat dievakuasi ke area terbuka sebagai langkah pencegahan jika terjadi gempa susulan.
Untuk merespons situasi darurat, pihak berwenang melakukan peninjauan terhadap jembatan yang mengalami keretakan. Tenda darurat juga telah dipasang untuk memberikan perlindungan sementara kepada warga yang terkena dampak, serta untuk memfasilitasi perawatan pasien secara bertahap.
Pemerintah Kota Palu juga berupaya melakukan kaji cepat dan pendataan dampak di daerah yang terkena bencana, berkoordinasi dengan organisasi kemanusiaan dan pihak-pihak terkait untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.








