Pemerintah Indonesia tengah berupaya meningkatkan akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam hal ini, Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah backlog perumahan yang mencapai 15 juta unit.
Melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, pengembangan KUR perumahan akan didukung penuh oleh perbankan. CEO BPI Danantara menekankan pentingnya program ini dengan alokasi anggaran sebesar Rp130 triliun untuk tahun ini, serta subsidi bunga yang ditetapkan antara 5,5% hingga 6%.
Jika penyerapan kredit perumahan berjalan baik, ada peluang untuk meningkatkan anggaran di tahun-tahun mendatang. Hal ini tergantung pada kinerja dan efektivitas penggunaan dana yang telah dialokasikan.
Mengatasi Kebutuhan Perumahan di Indonesia Secara Efisien
Pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan backlog perumahan yang ada. Dalam usaha ini, fokus akan diberikan kepada penyediaan akses yang lebih baik bagi masyarakat untuk memiliki rumah yang layak.
KUR perumahan akan diluncurkan secara resmi pada pertengahan Oktober 2025 di Surabaya, dengan kehadiran Presiden. Ini menjadi momen penting bagi masyarakat yang menantikan kemudahan dalam mendapatkan pembiayaan perumahan.
Dengan subsidi bunga yang ditawarkan, diharapkan lebih banyak orang dapat memanfaatkan program ini. Subsidi diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk mengajukan permohonan KUR perumahan.
Dukungan dari Kementerian Keuangan dan Bank Negara
Dan sebagai langkah dukungan, Kementerian Keuangan telah mencairkan dana Rp200 triliun kepada PT. Bank Tabungan Negara. Dana ini menjadi modal penting untuk mempercepat penyaluran KUR perumahan kepada masyarakat.
Bank Tabungan Negara diharapkan dapat mengelola dana ini dengan efisien untuk mendukung proyek-proyek perumahan. Dengan demikian, proses perolehan rumah dapat menjadi lebih cepat dan terjangkau bagi masyarakat.
Pembicaraan terkait KUR tidak hanya berhenti pada sektor perumahan. Ada pula upaya untuk mendorong KUR bagi pekerja migran dan klaster lainnya. Ini menandakan eksistensi berbagai program yang saling mendukung di dalam ekosistem KUR.
Strategi Peluncuran Program KUR yang Terencana
Peluncuran KUR perumahan bukanlah sekadar sosialisasi, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem. Dalam hal ini, pemerintah bersama perbankan berupaya memastikan kejelasan dan efektifitas penggunaan dana yang tersedia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa sosialisasi akan menjadi modal penting. Dengan peningkatan kesadaran masyarakat tentang KUR, diharapkan lebih banyak orang yang terlibat dalam program ini.
Program KUR perumahan diharapkan akan berjalan paralel dengan peningkatan pemahaman masyarakat terkait aksesibilitas pembiayaan. Ini bertujuan untuk memastikan setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki hunian yang layak.
Langkah-Langkah Nyata untuk Mengoptimalkan KUR
Pemerintah telah merencanakan peluncuran KUR dalam beberapa klaster untuk memberikan kesesuaian antara kebutuhan dan penawaran. KUR perumahan, KUR pekerja migran, dan KUR padat karya merupakan beberapa kluster yang telah direncanakan.
Alokasi dana untuk KUR UMKM sendiri cukup signifikan, mencapai Rp280 triliun. Ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui dukungan pembiayaan.
Sejak awal tahun hingga pertengahan September 2025, realisasi KUR telah mencapai Rp190 triliun. Jumlah ini menunjukkan minat masyarakat yang tinggi terhadap program ini, dengan lebih dari 3 juta debitur terdaftar.




