Top
IC Consultant / Artikel  / Tips mengelola keuangan di masa Pandemi

Tips mengelola keuangan di masa Pandemi

Mengelola Keuangan di Tengah Pandemi

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang semakin meningkat membuat beberapa Pemerintahan Daerah, khususnya Provinsi DKI Jakarta memberlakukan lagi protokol kesehatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini akan sangat berdampak pada produktivitas masyarakat, dan tentunya juga berpengaruh pada daya beli sebagian besar masyarakat serta kondisi keuangan pribadi mereka. Akibatnya, masalah keuangan menjadi salah satu dampak terbesar dari pandemi ini. Hampir semua orang merasakan dampaknya dan mengalami masalah keuangan. Tak sedikit individu yang kehilangan pekerjaan atau juga para pengusaha yang pendapatannya berkurang drastis.

Melihat banyaknya masyarakat yang terdampak dengan pandemi ini, manajemen keuangan pribadi menjadi lebih penting dari sebelumnya. Sebagai seorang individu, memiliki rencana pengelolaan uang yang terencana merupakan hal yang baik untuk mereka yang menginginkan urusan finansialnya berjalan secara teratur. Mau tidak mau, kita harus menjadi lebih selektif dan kreatif dalam mengelola keuangan kita. Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan setiap individu untuk mengelola keuangan pribadi dalam menghadapi pandemi.

  1. Me-review Kondisi Keuangan Pribadi
    Me-review Kondisi Keuangan Pribadi

    Hal pertama yang perlu dilakukan adalah melihat dengan cermat kondisi keuangan saat ini dari sisi pemasukan dan pengeluaran. Selama satu bulan, identifikasi dan catat semua bukti pengeluaran rutin bulanan Anda. Kumpulkan semua bukti pembayaran, termasuk laporan bank serta tagihan rutin seperti pembayaran air dan listrik. Ingatlah untuk selalu melacak biaya yang dibayar baik tunai maupun kredit.

    Dari semua yang telah dicatat, Anda akan mengerahui jumlah biaya yang Anda keluarkan. Dari sana, Anda akan melihat keseluruhan detail pengeluaran setiap harinya. Kemudian, bandingkan dengan pemasukan tetap Anda yang diterima tiap bulan untuk mendapat jawaban apakah kondisi keuangan pribadi Anda berisiko atau tidak.

  2. Buat Anggaran yang Terencana
    Buat Anggaran yang Terencana

    Membuat dan menetapkan anggaran merupakan hal yang sulit pada awalnya. Tetapi langkah ini pada akhirnya pasti akan membuahkan hasil. Penganggaran membantu kita melihat dengan jelas keuangan dan menciptakan transparansi pada situasi keuangan. Dalam membuat anggaran bulanan, mungkin Anda dapat mencoba formula 40-30-20-10, yaitu :

    • Pertama, alokasikan 40 persen pendapatan Anda untuk biaya pengeluaran sehari-hari, seperti biaya tagihan bulanan hingga keperluan belanja sehari-hari.
    • Selanjutnya, alokasikan 30 persen pendapatan Anda untuk membayar cicilan utang atau kartu kredit apabila Anda memilikinya.
    • Kemudian, 20 persen dari pendapatan berikutnya bisa Anda alokasikan untuk tabungan atau investasi.
    • Terakhir, 10 persen dari pendapatan lainnya bisa dialokasikan untuk donasi seperti zakat.
  3. Hindari Hidup Konsumtif
    Hindari Hidup Konsumtif

    Membeli kopi siap saji, memesan makan di Restoran, dan belanja online memang terasa menyenangkan bila dilakukan sesekali. Namun bila dilakukan setiap saat, coba jumlahkan berapa banyak pengeluaran yang dapat dihabiskan untuk itu semua selama satu bulan? Hal itu pasti akan berdampak sangat buruk bagi keuangan pribadi Anda.

    Maka dari itu, sebaik mungkin kita harus menghindari perilaku hidup konsumtif tersebut agar tidak menjadi kebiasaan. Pada intinya, meminimalisir pengeluaran konsumtif tersebut dapat membantu kondisi keuangan jadi lebih stabil. Di sisi lain, terkadang Anda harus menghapus biaya yang tidak begitu penting demi menyeimbangkan finansial.

  4. Memiliki Dana Darurat
    Memiliki Dana Darurat

    Mengantisipasi kejadian yang belum terjadi harus dapat Anda lakukan. Misalnya, menyiapkan dana darurat untuk mengantisipasi kejadian yang tidak terduga. Dana darurat adalah dana yang sangat penting untuk mengantisipasi keadaan darurat sehingga tidak mempengaruhi kondisi finansial.

    Mengamankan persediaan dana dan mengambil langkah yang tepat perlu disusun ulang untuk memastikan pendapatan dikelola dengan sangat baik. Idealnya, menurut financial advisor, dana ini sebaiknya disiapkan sebesar tiga hingga enam kali gaji setiap bulan untuk mereka yang berstatus single. Sementara itu, besaran dana darurat untuk mereka yang sudah berkeluarga minimal dihitung berdasarkan jumlah anggota dalam keluarga yang dipenuhi kebutuhannya.

  5. Gunakan Aplikasi Keuangan Online
    Gunakan Aplikasi Keuangan Online

    Keuangan merupakan salah satu hal yang rumit dan sulit dpelajari namun sifatnya sangat krusial dalam kehidupan khususnya dalam mengelola keuangan. Biasanya banyak hal-hal yang akan terlewatkan atau salah diperhitungkan jika Anda mencoba menghitung keuangan Anda secara manual.

    Oleh karena itu, di zaman yang semakin maju ini alangkah baiknya jika kita memanfaatkan teknologi yang ada dengan menggunakan aplikasi keuangan yang dapat membantu kita menghitung keuangan dengan lebih mudah dan akurat.

    Dewasa ini, banyak tersedia aplikasi pengelola finansial yang menawarkan beragam fitur dan kemudahan.

No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.