Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan kembali menekankan kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati terkait modus penipuan yang mengatasnamakan petugasnya. Dalam beberapa kasus, pelaku penipuan ini menggunakan berbagai cara untuk meraih kepercayaan korban, terutama melalui media sosial dan aplikasi pesan.
Penting bagi masyarakat untuk menyadari berbagai modus yang digunakan oleh penipu. Salah satu cara yang sering dilakukan adalah menghubungi korban melalui WhatsApp dengan memberikan informasi yang terlihat meyakinkan mengenai perpajakan.
Selain itu, pelaku juga bisa memanfaatkan informasi mengenai sistem aplikasi pajak untuk melakukan penipuan. Dengan memahami modus-modus ini, diharapkan masyarakat semakin waspada dan tidak terjebak dalam aksi penipuan.
Berbagai Modus Penipuan yang Sering Digunakan
Salah satu cara yang umum digunakan oleh pelaku adalah mengirimkan pesan melalui WhatsApp dengan mengajak korban untuk mengunduh aplikasi yang tampak legal. Modus ini sering kali menggunakan tautan yang terlihat resmi.
Pelaku juga mungkin menghubungi masyarakat dengan menawarkan bantuan untuk melunasi tagihan pajak. Dalam hal ini, mereka bisa meminta pembayaran uang dengan cara yang tidak sah.
Melalui pendekatan personal, pelaku penipuan bahkan sering mengaku sebagai pegawai DJP yang konon memproses pengembalian pajak. Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan rasa aman bagi korban.
Pentingnya Konfirmasi terhadap Informasi yang Diterima
Jika menerima informasi atau permintaan setidaknya ada beberapa tindakan yang bisa diambil. Masyarakat dapat melakukan konfirmasi dengan cara menghubungi kantor pajak terdekat atau menggunakan layanan yang sudah disediakan.
Salah satu pilihan yang tersedia adalah menghubungi Kring Pajak yang dapat diakses secara langsung. Melalui layanan tersebut, masyarakat bisa mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai status perpajakan mereka.
Selain itu, masyarakat dapat mengunjungi laman resmi DJP yang memiliki fitur pengaduan secara langsung. Hal ini penting agar masyarakat tidak terjebak pada informasi yang salah.
Saluran Pelaporan untuk Masyarakat dan Penipuan Online
Masyarakat yang menjadi korban penipuan juga dapat menggunakan beberapa saluran untuk melaporkan kejadian tersebut. Salah satunya adalah dengan melaporkan nomor telepon atau informasi terkait kepada Kementerian Komunikasi dan Digital.
Laporan bisa diajukan melalui beberapa laman yang disediakan untuk aduan penipuan. Dengan melakukan laporan, diharapkan penipuan dapat diminimalisasi dan pelakunya dapat ditindak.
Tindakan cepat dalam melaporkan kasus penipuan dapat membantu pihak berwenang dalam melacak dan menangkap pelaku. Keterlibatan masyarakat dalam melaporkan isu ini sangat penting untuk memerangi kejahatan siber.




