Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) 2026 kini tengah menyusun langkah untuk menjaring kandidat karya sastra Indonesia. Proses ini menjadi momen penting dalam rangkaian edisi ke-22 dari penghargaan yang telah lama dikenal sebagai wadah bagi para sastrawan untuk mendapatkan apresiasi.
Penjaringan kandidat tahun ini berlangsung selama dua bulan, dari Januari hingga Februari 2026. Hingga awal Februari, panitia sudah menerima 104 judul buku dari berbagai penulis dan penerbit, baik yang dikirimkan langsung maupun yang diidentifikasi oleh tim panitia.
Penting untuk diperhatikan bahwa KSK 2026 dibantu oleh tiga orang kurator terkemuka, yaitu Eka Kurniawan, Hasan Aspahani, dan Nezar Patria. Eka menyatakan bahwa sebagai kurator, mereka tidak terlibat dalam proses penilaian, sehingga debatable mengenai objektivitas tetap terjaga.
Dia menambahkan bahwa tradisi ini sudah berlangsung sejak saat Richard Oh terlibat, di mana penyelenggara tidak ikut campur dalam keputusan yang diambil oleh juri. Ketiga kurator memiliki tanggung jawab untuk menjaga integritas sistem dan memastikan bahwa proses berjalan secara transparan.
Kegiatan Penjaringan Kandidat Karya Sastra 2026
Penjaringan karya sastra merupakan langkah awal yang krusial dalam tahapan penghargaan ini. Dalam periode dua bulan tersebut, panitia berusaha mencari karya-karya yang tidak hanya baik, tetapi juga memiliki inovasi dan kontribusi terhadap budaya literasi Indonesia.
Di setiap tahunnya, ada ribuan buku yang diterbitkan, sehingga penelusuran karya yang berkualitas tidaklah mudah. Penilaian dilakukan oleh dewan juri independen, yang terdiri dari sastrawan, kritikus, dan akademisi dengan pengalaman mendalam di bidang sastra.
Dewan juri akan menilai karya sastra berdasarkan beberapa aspek penting. Aspek-aspek ini meliputi kekuatan estetik, kebaruan gagasan, kualitas bahasa, serta relevansi sosial dan budaya, sehingga penilaian bisa sangat komprehensif dan holistik.
Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat lahir karya-karya sastra yang bukan hanya menghibur, tetapi juga memberikan pandangan baru serta menciptakan ruang diskusi yang produktif dalam masyarakat.
Peran Kurator dan Juri dalam Proses Penilaian
Peran kurator dan dewan juri dalam KSK sangat penting untuk menjaga kredibilitas ajang ini. Pemisahan tanggung jawab antara keduanya memastikan bahwa penilaian dilakukan secara objektif dan bebas dari intervensi pengaruh luar.
Kurator bertugas untuk memastikan bahwa proses penyelenggaraan tetap konsisten dan terjaga dengan baik. Merekalah yang menjamin bahwa seluruh sistem berlangsung dengan transparan dan dapat dipercaya oleh para peserta dan publik.
Lebih jauh, penilaian dilakukan pada buku-buku yang sudah diterbitkan, menandakan bahwa kriteria penilaian difokuskan pada karya yang sudah melewati proses editing dan penerbitan. Hal ini memberi jaminan kualitas dan keseriusan dalam ajang penghargaan ini.
Juri akan membacakan karya-karya yang terpilih dengan baik dan melakukan diskusi untuk menyusun daftar panjang dari karya-karya yang memenuhi kriteria. Selanjutnya, daftar tersebut akan diperkecil lagi menjadi daftar pendek yang memuat kandidat-kandidat terkuat.
Proses Setelah Penjaringan: Dari Pembacaan Awal Hingga Penetapan Pemenang
Setelah tahap penjaringan, proses akan diakhiri dengan pembacaan awal karya oleh dewan juri. Di sinilah proses penilaian menjadi semakin mendalam, dengan juri saling berdiskusi dan mempertimbangkan aspek-aspek penting dari masing-masing karya.
Setelah pembacaan awal, juri akan menyusun daftar panjang dari karya-karya yang dianggap layak untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya. Proses ini memerlukan ketelitian dan kebijaksanaan, mengingat setiap karya memiliki keunikan dan kekuatan tersendiri.
Setelah daftar panjang disusun, strategi lanjutan adalah menentukan daftar pendek yang berisikan karya-karya terbaik. Ini adalah langkah krusial karena hanya sedikit karya yang akan dinyatakan sebagai pemenang pada akhirnya.
Proses ini diharapkan mampu menjaring karya-karya yang tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga merefleksikan keragaman dan dinamika sastra di Indonesia. Dengan demikian, pemenang yang terpilih bisa mewakili suara dan visi sastra yang lebih luas.
Mengakhiri proses, dewan juri akan menetapkan pemenang dari karya-karya yang terpilih. Kegiatan ini tidak hanya menjadi penghargaan bagi penulis, tetapi juga menjadi sorotan penting bagi perkembangan sastra Indonesia secara keseluruhan.




