Top
IC Consultant / Artikel  / Tips Memilih Brevet Pajak dengan Benar

Tips Memilih Brevet Pajak dengan Benar

Tips memilih brevet pajak – Tak hanya penghasilan yang besar, tentu jabatan pekerjaan sudah menjadi harapan bagi semua orang. Akan tetapi, untuk memperoleh semua itu tentu saja tak bisa didapatkan secara instan Memerlukan kerja keras, perjuangan, serta kemampuan optimal supaya hasil yang diperoleh pun sesuai harapan. Hal ini dikarenakan, hasil yang didapatkan bisa sepadan dengan pengorbanan dan perjuangan yang telah dilakukan.

Tentu saja, setiap perusahaan mempunyai kriteria tersendiri jika ingin memperoleh jabatan yang layak dan gaji yang besar. Di samping pengalaman kerja dan latar belakang Pendidikan, sertifikasi rupanya menjadi pertimbangan tersendiri bagi perusahaan. Misalnya saja, Anda melamar sebagai ahli pajak, sertifikasi mengenai ilmu perpajakan penting sekali untuk dipertimbangkan. Bagi Anda yang telah terverifikasi serta mempunyai sertifikat program brevet pajak, tentu lebih diutamakan.

memilih brevet pajak ab dan c

Brevet pajak pada umumnya ialah sebuah aktivitas kursus atau pelatihan perpajakan dengan menggunakan aplikasi software pajak ataupun tanpa menggunakannya. Brevet sendiri memiliki 3 kategori yakni Brevet A, brevet B, dan brevet C. Dengan pengelompokkannya berdasarkan tingkatan atau klasifikasi dari jenis pembahasan pajak yang akan diajarkan. Bagi Anda yang ingin mengambil program brevet pajak, tentu harus mengetahui tips memilih brevet pajak lewat program apa saja yang ditawarkan pada brevet A, B, maupun C.

Tips Memilih Brevet Pajak dengan Tepat

brevet pajak

JIka Anda berencana mengikuti program brevet pajak, ada beberapa tips yang wajib Anda ikuti untuk memilih brevet pajak di bawah ini :

  • Bagi fresh graduate, sebelum mengambil program brevet pajak C atau brevet pajak lanjutan, maka harus mengambil brevet pajak A dan B terlebih dulu. Brevet Pajak A biasanya merupakan program yang membahas materi dasar sampai ketentuan perpajakan wajib pajak sendiri. Pembahasan brevet pajak A umumnya meliputi ketentuan umum mengenai tata cara perpajakan, pajak PBB, Bea Materai, Pajak Penghasilan Orang Pribadi, dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.
  • Untuk brevet pajak B sendiri merupakan program pelatihan pajak yang membahas materi dasar hingga menengah tentang ketentuan perpajakan perusahaan maupun badan. Sedangkan brevet pajak C membahas materi pelatihan tingkat menengah hingga lanjutan mengenai perpajakan internasional. Dengan demikian, brevet pajak C hanya bisa ditempuh jika orang tersebut sudah ahli atau sudah mendapatkan pengetahuan mengenai ilmu dasar perpajakan.
  • Bagi karyawan yang baru menduduki posisi staf atau masih entry level, bisa mengikuti program brevet Ab dan Brevet C. Brevet AB sendiri merupakan program gabungan brevet A dan B supaya penyampaian materinya lebih efisien, lebih hemat waktu dan juga tepat sasaran. Jika Anda sudah mendapatkan ilmu perpajakan dari organisasi atau universitas, bisa mengambil langsung brevet pajak C. Sementara bagi yang belum pernah mendapatkan pengetahuan mengenai pajak harus mengikuti brevet AB terlebih dulu baru dilanjutkan dengan brevet C.

Bagi karyawan yang sudah menjabat manager atau kepala bagian, bisa melanjutkan ke program brevet C yang biasanya membahas tentang materi perpajakan internasional. Materi kelas perpajakan tingkat akhir tersebut meliputi Pajak Internasional, PPH Badan, PPH Orang Pribadi, Tax Planning, Akuntansi Pajak, dan Pajak Internasional Bank.

Dengan mengikuti bravet pajak, Anda bisa mendapatkan banyak manfaat seperti mendapatkan pengetahuan secara teknis, dapat melatih kesiapan saat menghadapi USKP (Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak), bisa menjadi konsultan pajak bagi diri sendiri, masyarakat, dan perusahaan, serta manfaat lainnya. Karenanya coba ikuti tips memilih bravet pajak dengan benar seperti di atas agar Anda bisa mendapatkan program yang tepat sesuai kebutuhan!

No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.