Top
IC Consultant / Artikel  / Telat Bayar Pajak? Kenali Sanksinya

Telat Bayar Pajak? Kenali Sanksinya

Kewajiban membayar pajak merupakan kewajiban seluruh warga. Pajak di Indonesia sendiri menggunakan sistem self assessment system, yakni sistem di mana negara memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada wajib pajak untuk menyetor, membayar dan melaporkan pajak yang diwajibkan. Walaupun memiliki sistem tersebut, tentu saja akan ada sanksi yang diberikan bagi yang tidak membayar, melaporkan hingga telat bayar pajak. Hal ini dikarenakan sifatnya sendiri yang memasak.

Sanksi dalam pajak sendiri ada dua, yakni sanksi administrasi dan sanksi pidana. Perbedaanya, tentu dimana sanksi pidana akan membuat wajib pajak dipenjara atau dikurung. Sedangkan untuk, sanksi administrasi lebih berupa pemberian denda kepada wajib pajak.

Kebanyakan kesalahan yang dilakukan oleh wajib pajak adalah keterlambatan dalam pembayaran. Hal ini dikarenakan memang sibuk atau lupa karena pembayaran pajak dilakukan setahun sekali. Bagaimanakah dengan sanksi telat bayar pajak?

Sanksi keterlambatan bayar pajak

Sanksi telat bayar pajak bagi wajib pajak hanya akan diberikan sanksi bunga saja, yang termasuk dalam sanksi administrasi. Hal ini berlandaskan hukum UU KUP 2007 pasal 9 ayat 2a dan 2b tentang Keterlambatan Bayar atau Setor Pajak Masa atau Tahunan. Sanksi bunga sendiri merupakan sanksi yang diberikan dan menyebabkan utang pajak menjadi lebih besar.

Jumlah bunga yang diberikan berdasarkan akan persentase dari jumlah pajak yang harus dibayarkan. Jadinya, bunga tersebut akan ditambahkan menjadi kewajiban saat membayar pajak nantinya. Dalam melakukan perhitungan sanksi telat bayar pajak ini ada sedikit perbedaan. Kebanyakan penerapan bunga menggunakan bunga majemuk, tetapi sanksi bunga tidak menetapkan jumlah bunga majemuk.

Perbedaan lainnya adalah bunga sanksi telat bayar pajak akan dihitung sejak satu bulan keterlambatan, bukan per harian. Dalam UU KUP 2007 pasal 9 ayat 2a dan 2b, besaran bunga yang dibebankan adalah 2% dari jumlah pajak yang belum atau kurang dibayar sejak jatuh tempo pembayaran hingga tanggal pembayaran.

Sanksi telat bayar pajak dalam wajib pajak bisa membayar sebagian atau tidak membayar bunga sanksinya yang ada dalam surat ketetapan pajak. Oleh karena itu, sanksi bunga bisa ditagih kembali beserta dengan tambahan bunga lagi.

Menghitung besaran sanksi bunga

Menghitung besaran sanksi bunga pajak

Perhitungan sanksi telat bayar pajak cukup mudah dilakukan. Jadi misalnya saja pajak yang harus Anda bayarkan sebesar 150 juta dan jatuh tempo setiap tanggal 20. Pajak sudah terbayarkan sebesar 100 juta. Sedangkan sisanya akan dibayarkan 5 bulan kedepan. Artinya, Surat Tagihan Pajak akan dihitung sebagai berikut.

  • Kekurangan pembayaran pajak Rp. 150.000.000 – Rp. 100.000.000 = Rp. 50.000.000
  • Bunga sanksi yang dibebankan 5 (bulan) x 2% x Rp. 50.000.000 = Rp. 5.000.000
  • Jadi total sisa pajak yang harus Anda bayarkan adalah Rp. 50.000.000 + Rp. 5.000.000

Tips terhindar dari sanksi keterlambatan bayar pajak

Tips terhindar dari sanksi keterlambatan bayar pajak

Keterlambatan bayar pajak tentu akan memaksa Anda untuk membayar sanksi telat bayar pajak. Bagi perusahaan tentunya, sanksi bunga cukup merugikan dan berpengaruh pada laporan keuangan mereka. Tips dalam menghindari sanksi bunga adalah selalu membayar pajak tepat waktu lunas tanpa ada pengurangan. Ada cara yang bisa Anda lakukan, yakni dengan memberikan pengingat pada kalender smartphone Anda satu atau dua hari sebelum jatuh tempo pembayaran pajak. Anda bisa memasang nada khusus sebagai bentuk pengingat.

Itulah sedikit informasi sanksi telat bayar pajak yang harus Anda lakukan apabila tidak memenuhi kewajiban sebagai warga negara yang baik.

No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.