Top
IC Consultant / Artikel  / Pengertian dan Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan
Pengertian dan Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan

Pengertian dan Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan

Cara menghitung pajak bumi dan bangunan penting sekali bagi kita yang sedang melakukan pembangunan. PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) wajib dibayarkan semua warga Indonesia yang hendak mendirikan bangunan baru. Jadi, bagi Anda yang mempunyai hunian atau tempat tinggal baru, diwajibkan membayar pajak bumi dan bangunan.

Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan

Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan

Pajak PBB merupakan pajak yang sifatnya kebendaan, yaitu besarnya jumlah pajak terutang biasanya ditentukan berdasarkan kondisi objek itu sendiri, yakni bangunan dan atau bumi. Kondisi subjek bukan termasuk faktor penentu besarnya jumlah pajak. Pajak PBB dikenakan pada objek pajak berbentuk bangunan dan atau tanah berdasarkan azas manfaat dan kenikmatan yang dibayar per tahun.

Pajak PBB dikenakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 mengenai Pajak PBB sebagaimana yang sudah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994. Meskipun begitu dalam perkembangannya, pajak PBB sektor perkotaan dan pedesaan merupakan pajak daerah berdasarkan aturan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 mengenai PDRD (Pajak Daerah dan Retribusi Daerah) dari pasal 77 hingga pasal 88 sejak tahun 2010.

Objek Pajak Bumi dan Bangunan

Objek Pajak Bumi dan Bangunan

Objek yang dikenai pajak PBB bisa berupa bangunan dan atau bumi. Akan tetapi, tak semua objek bangunan dan atau bangunan akan dikenakan pajak PBB, tapi ada pula yang dikecualikan pada pengenaan PBB jika kondisinya sebagai berikut :

Bangunan dimanfaatkan untuk kuburan maupun peninggalan purbakala. Bangunan berupa hutan suaka alam, taman nasional, hutan lindung, hutan wisata, dan tanah penggembalaan yang telah dikuasai desa maupun tanah negara yang bukan kepemilikan seseorang.

Dipakai semata-mata demi melayani kepentingan publik dalam bidang sosial, ibadah, Pendidikan dan kebudayaan, kesehatan, yang tidak bertujuan untuk keperluan komersial.

Dimanfaatkan oleh perwakilan atau badan organisasi internasional berdasarkan ketentuan dari Menteri Keuangan.

DIpakai oleh konsulat, perwakilan diplomatik sesuai asas timbal balik.

Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan

Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan

Cara menghitung pajak PBB penting untuk diketahui setiap orang supaya nilai atau jumlah pajak PBB yang dikenakan lebih jelas. Langkah pertama yang bisa dilakukan ialah wajib mengetahui nilai apa saja yang masuk ke dalam dasar perhitungan nilai pajak PBB. Adapun rumus PBB ialah 0,5% dikalikan dengan Nilai Jual Kena Pajak atau NJKP. Sementara untuk mendapatkan nilai NJKP sendiri ialah 20% dikalikan dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Bagi para pelaku usaha yang mempunyai banyak bangunan berharga tinggi, Anda perlu menyisihkan sebagian penghasilan untuk pembayaran pajak PBB setiap tahun.

Cara menghitung pajak bumi dan bangunan untuk lebih jelasnya bisa melihat contoh berikut ini :

Misalnya, Pak Andre adalah pengusaha bisnis kontrakan di daerah Jakarta dengan luas area kontrakan sebesar 400 m2 yang luas bangunannya sekitar 340 m2. Jika diketahui harga tanah tiap meternya sekitar Rp. 10 juta dengan harga bangunannya yaitu Rp. 5 juta tiap meter.

Langkah pertama, cari dulu jumlah nilai total bangunan dan tanahnya :

Tanah = 400 x 10.000.000 = Rp. 4000.000.000

Bangunan = 340 x 5000.000 = Rp. 1.700.000.000

Selanjutnya, hitung berapa nilai NJOP yaitu dengan menjumlahkan antara nilai bangunan dengan nilai tanah :

NJOP = Rp. 4.000.000.000 + Rp. 1.700.000.000 = Rp. 5.700.000.000

Kemudian, hitung jumlah pajak PBB yang dikenakan :

NJKP = 20% x Rp. 5.700.000.000 = 1.140.000.000

PBB = Rp. 0,5% x 1.140.000.000 = Rp. 5.700.000

Berdasarkan cara menghitung pajak bumi dan bangunan di atas, maka besarnya nilai pajak PBB pak Andre yang wajib dibayarkan setiap tahunnya ialah sebesar Rp. 5.700.000.

Sekian mengenai artikel tentang Pengertian dan Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan semoga bisa bermanfaat, jangan lupa untuk share dan berikan komentar dibawah.

No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.