Top
IC Consultant / Artikel  / Pemilik Bisnis, Wajib Tahu Pengertian dan Tarif Pajak Impor Barang

Pemilik Bisnis, Wajib Tahu Pengertian dan Tarif Pajak Impor Barang

Ketika membeli barang dari luar negeri, barang tersebut bisa dikatakan sebagai barang impor. Itu artinya, barang tersebut akan dikenai pajak barang impor. Apa pengertian dan tarif pajak impor barang?

Pengertian Pajak Impor Barang

pajak import

Pajak impor barang merupakan pajak yang dikenakan terhadap barang yang didatangkan dari luar negeri atau barang impor. Pajak barang impor perlu diketahui oleh setiap pihak yang hendak melakukan impor karena nilai pajak untuk beberapa jenis barang impor cukup besar. Setiap barang yang didatangkan dari luar negeri nantinya akan melalui proses pemeriksaan oleh bea cukai. Pihak bea cukai kemudian akan menghitung nilai pajak impor yang dikenakan terhadap barang tersebut.

Setiap barang yang didatangkan dari luar negeri memiliki besaran pajak yang berbeda. Namun, bila nilai barang tersebut kurang dari 50 USD, maka dianggap sebagai gift sehingga dibebaskan dari pajak. Pajak impor ini biasanya dibayarkan langsung oleh importir di mana biayanya akan dibebankan kepada konsumen sehingga harganya lebih tinggi dari nilai produknya.

Beberapa Poin yang Mempengaruhi Besar Pajak Impor

Beberapa Poin yang Mempengaruhi Besar Pajak Impor

Sebagai konsumen, Anda perlu mengetahui ketentuan dan besaran bea masuk yang diterapkan pemerintah. Hal tersebut penting agar Anda bisa membandingkan nilai barang yang diimpor dengan nilai bea masuknya. Anda juga perlu mengetahui beberapa hal yang mempengaruhi ketentuan bea masuk barang dari luar negeri.

· Bea Masuk

Setiap barang yang didatangkan dari luar negeri pasti dikenakan bea masuk. Bea masuk merupakan pungutan yang diwajibkan oleh pemerintah terhadap aneka jenis barang impor. Besaran bea masuk barang impor ini sudah ditentukan menurut BTKI (Buku Tarif Kepabeanan Indonesia).

· Harga Barang yang Dibeli

Harga barang merupakan nilai dari barang yang Anda beli. Dalam bidang kepabeanan, harga barang biasa disebut sebagai cost. Anda harus memastikan beban yang dikenakan dari proses impor tak lebih besar dari harga barang yang Anda impor.

· Nilai Asuransi

Barang yang Anda beli dari luar negeri ternyata diberi asuransi. Nilai asuransi ini merupakan sejumlah biaya pertanggungan asuransi yang diberikan pada suatu barang yang didatangkan dari luar negeri. Dalam bisang kepabeanan, nilai asuransi disebut sebagai insurance.

· Ongkos Kirim

Seperti pengiriman barang di dalam negeri, pengiriman barang dari luar negeri juga dikenai ongkos kirim. Ongkos kirim dalam proses impor barang adalah biaya pengiriman yang dikenakan terhadap barang yang diimpor oleh pihak penyedia jasa pengiriman (ekspedisi). Nilai ongkos kirim (freight) bisa berbeda-beda tergantung ketentuan pihak ekspedisi dan jarak pengiriman.

· PDRI (Pajak Dalam Rangka Impor)

Pajak impor bukan hanya satu saja. Tapi, ada beberapa pungutan yang dikenakan terhadap barang impor. Sejumlah pungutan yang diterapkan pemerintah terhadap barang impor di antaranya Pajak Penghasilan (PPh Pasal 22 Impor), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Besaran Tarif Pajak Impor

Besaran Tarif Pajak Impor

Mulai 5 September 2018 lalu, pemerintah resmi menaikkan tarif PPh (PPh Pasal 22 Impor) terhadap 1.147 item komoditas. Dalam peraturan tersebut, ditetapkan nilai tarif pajak impor untuk 210 komoditas menjadi 10% dari nilai awal 7,5%. Produk yang termasuk dalam komoditas tersebut adalah barang mewah seperti motor besar dan mobil CBU. Kemudian tarif pajak impor untuk barang yang dipergunakan untuk proses konsumsi seperti ban, bahan bangunan, produk tekstil dan peralatan elektronik audio-visual menjadi 7,5%. Sedangkan barang konsumsi yang sebagian besar sudah diproduksi di dalam negeri seperti lampu, sabun, pendingin ruangan, dispenser air, kosmetik, sampo dan peralatan memasak dikenai tarif pajak 10%.

No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.