Top
IC Consultant / Tax Rule  / Pajak Penghasilan Final atas Bunga Deposito dan Tabungan Serta Diskonto Bank Indonesia

Pajak Penghasilan Final atas Bunga Deposito dan Tabungan Serta Diskonto Bank Indonesia

Bunga deposito dan tabungan serta diskonto sertifikat Bank Indonesia merupakan salah satu objek pajak yang dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 4 ayat (2) yang bersifat final. Lebih lanjut lagi, salah satu objek PPh final adalah penghasilan berupa bunga deposito dan tabungan serta diskonto Sertifikat Bank Indonesia termasuk bunga yang diterima atau diperoleh dari deposito dan tabungan yang ditempatkan di luar negeri melalui bank yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia. Payung hukum dari pajak penghasilan final atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto Bank Indonesia yaitu PP 131 Tahun 2000 (berlaku sejak 1 Januari 2001) tentang PPh atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI, KMK-51/KMK.04/2001 (berlaku sejak 1 Januari 2001) tentang pemotongan PPh atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI, SE-01/PJ.43/2001 (berlaku sejak 1 Januari 2001) tentang PP 131 Tahun 2000. Adapun pemotong untuk PPh final atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI yaitu bank yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia, cabang bank luar negeri di Indonesia, Bank Indonesia.

Adapun tariff dari PPh final atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI yaitu:

  1. Untuk Wajib Pajak Dalam Negeri dan Badan Usaha Tetap: 20% dari jumlah bruto
  2. Untuk Wajib Pajak Luar Negeri: 20% dari jumlah bruto atau dengan tariff berdasarkan P3B yang berlaku.

Adapun Bunga Deposito dan Tabungan serta Diskonto SBI yang tidak dikenai pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) yaitu:

  1. Orang pribadi Subjek Pajak dalam negeri yang seluruh penghasilannya dalam 1 (satu) tahun pajak termasuk bunga dan diskonto tidak melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak.
    • OP ini dapat mengajukan restitusi atas pajak yang telah dipotong oleh pemotong. (Pasal 2 ayat 4 kmk 51/kmk.04/2001)
  2. Bunga dari deposito dan tabungan serta diskonto Sertifikat Bank Indonesia sepanjang jumlah deposito dan tabungan serta Sertifikat Bank Indonesia tersebut tidak melebihi Rp 7.500.000 dan bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah;
  3. Bunga dan diskonto yang diterima atau diperoleh bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia
  4. Bunga deposito dan tabungan serta diskonto Sertifikat Bank Indonesia yang diterima atau diperoleh Dana Pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan sepanjang dananya diperoleh dari sumber pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 UU Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun.
    • Pengecualian dari pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) ini dapat diberikan berdasarkan Surat Keterangan Bebas (SKB) Pemotongan Pajak Penghasilan atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto Sertifikat Bank Indonesia, yang diterbitkan oleh KPP tempat Dana Pensiun yang bersangkutan terdaftar. Silahkan baca PER-160/PJ/2005.
  5. Bunga tabungan pada bank yang ditunjuk Pemerintah dalam rangka pemilikan rumah sederhana dan sangat sederhana, kaveling siap bangun untuk rumah sederhana dan sangat sederhana, atau rumah susun sederhana sesuai dengan ketentuan yang berlaku, untuk dihuni sendiri

 

No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.