Top
IC Consultant / Artikel  / Mengenal Tarif Pajak yang Berlaku dan Jenis Tarif Pajak yang Perlu Anda Ketahui
Mengenal Tarif Pajak yang Berlaku

Mengenal Tarif Pajak yang Berlaku dan Jenis Tarif Pajak yang Perlu Anda Ketahui

Ketika mengurus pajak, Anda akan bersinggungan dengan istilah tarif pajak. Sebelum mengurus pajak baik pajak penghasilan maupun pajak yang lain, ada baiknya Anda mengenal tarif pajak yang berlaku di Indonesia.

Apa itu Tarif Pajak?

Apa itu Tarif Pajak

Tarif pajak umumnya berbentuk persentase yang nilainya sudah ditentukan oleh pemerintah. Tarif pajak merupakan dasar pengenaan pajak terhadap objek pajak yang menjadi tanggung jawab dari wajib pajak. Adapun nilai tarif pajak bisa berbeda-beda untuk setiap jenis pajak. Dasar pengenaan pajak tersebut merupakan nilai dalam bentuk uang yang menjadi dasar dalam perhitungan pajak terutang. Selain mengenal pengertian tarif pajak, sebagai wajib pajak Anda juga perlu mengenal tarif pajak yang berlaku.

Tarif Progresif (A Progressive Tax Rate)

Tarif pajak ini merupakan pungutan pajak di mana persentase kenaikannya sebanding dengan dasar pengenaan pajaknya. Tarif pajak progresif di Indonesia diterapkan pada pajak penghasilan (PPh) bagi wajib pajak orang pribadi. Penerapan tarif progresif ini ditujukan pada lapisan penghasilan kena pajak (PKP) sampai Rp. 50 juta dengan tarif pajak 5%, lapisan PKP jumlahnya lebih dari Rp. 50 juta – Rp. 250 juta dengan tarif pajak 15%, lapisan PKP lebih dari Rp. 250 juta – Rp. 500 juta dengan tarif pajak 25% dan lapisan PKP di atas Rp. 500 juta dengan tarif pajak mencapai 30%.

Tarif Degresif (A Degressive Tax Rate)

Tarif Degresif

Berbeda dengan tarif progresif, tarif pajak degresif justru berupa tarif pajak yang persentasenya lebih kecil dari jumlah dasar pengenaan pajak tinggi. Artinya, persentase tarif pajak degresif akan semakin rendah apabila dasar pengenaan pajaknya meningkat. Apabila persentase tarif pajak mengecil maka jumlah pajak terutang tidak lantas ikut mengecil, melainkan jadi lebih besar. Hal ini karena jumlah yang dijadikan sebagai dasar pengenaan pajaknya makin besar.

Tarif Proporsional (A Proportional Tax Rate)

Tarif pajak proporsional memiliki persentase yang tetap walaupun terjadi perubahan pada dasar pengenaan pajaknya. Jadi, berapa pun besarnya jumlah objek pajak, maka persentasenya selalu tetap. Sebagai contoh seperti PBB (0,5%) dan Pajak Pertambahan Nilai (10%).

Tarif Tetap/Regresif (A Fixed Tax Rate)

Tarif pajak tetap atau regresif merupakan tarif pajak yang besarnya tetap tanpa memperhatikan nilai dasar pengenaan pajaknya. Nilai tarif pajak tetap akan selalu tetap karena menyesuaikan dengan peraturan yang diberlakukan oleh pemerintah. Sebagai contoh, Anda bisa mengamati penerapan tarif pajak tetap ini pada bea meterai nominal Rp. 3.000 dan Rp. 6.000.

Tarif Advalorem

Tarif Advalorem

Tarif pajak advalorem merupakan tarif dengan persentase tertentu yang dikenakan pada harga suatu barang. Sebagai contoh, suatu perusahaan mengimpor barang sebanyak 1000 unit dengan harga per unit Rp. 100.000. Apabila tarif bea masuk impor barang tersebut sebesar 20%, maka nilai bea masuk yang harus dibayarkan adalah :

Nilai barang impor = 1000 x Rp. 100.000 = Rp. 100.000.000

Tarif bea masuk 20% maka nilai bea masuk yang harus dibayarkan = 20% x Rp. 100.000.000 = Rp. 20.000.000.

Tarif Spesifik

Tarif pajak spesifik merupakan tarif pajak dengan jumlah tertentu yang dikenakan pada satuan jenis barang tertentu atau suatu jenis barang tertentu. Sebagai contoh, suatu perusahaan mengimpor suatu barang sebanyak 1000 unit. Apabila harga barang tersebut Rp. 100.000 per unitnya dan tarif bea masuk atas impor barang Rp. 10.000 per unit, maka jumlah bea masuk yang harus dibayarkan oleh perusahaan tersebut adalah :

Jumlah barang yang diimpor : 1000 unit

Tarif bea masuk Rp. 10.000

Jumlah bea masuk yang harus dibayarkan = Rp. 10.000 x 1000 = Rp. 10.000.000.

No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.