Top
IC Consultant / Artikel  / Mengenal Pengertian Pajak Penghasilan Badan
Mengenal Lebih Dekat Mengenai Pajak Badan Yang Wajib Diketahui

Mengenal Pengertian Pajak Penghasilan Badan

Diartikel kali ini kita akan membahas mengenai pajak penghasilan badan yang dimana dalam hal ini bisa anda ketahui bahwa hal ini dapat meningkatkan wawasan dan juge tentunya menjadikan update yang bermanfaat untuk anda, mari kita simak dibawah ini.

Pajak Penghasilan Badan merupakan Pajak yang dikenakan atas penghasilan suatu perusahaan di mana penghasilan yang dimaksud adalah setiap penambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh oleh Wajib Pajak Badan, baik dari dalam maupun luar negeri, dengan keperluan apapun termasuk misalnya menambah kekayaan, konsumsi, investasi, dan lain sebagainya.

Subjek dan Objek Pajak Badan

a. Subjek Pajak Badan

Subjek pajak Badan adalah setiap Badan Usaha yang diberikan kewajiban untuk membayar pajak, baik dalam periode bulan maupun tahun dan disetor ke kas negara.

Berdasarkan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP), yang termasuk dalam pengertian Badan adalah sebagai berikut:

  1. Perseroan Terbatas (PT)
  2. Perseroan Lainnya
  3. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
  4. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
  5. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
  6. Firma
  7. Kongsi
  8. Koperasi
  9. Dana Pensiun
  10. Persekutuan
  11. Perkumpulan
  12. Yayasan
  13. Organisasi Masyarakat
  14. Organisasi Sosial Politik
  15. Organisasi lainnya dengan nama dan bentuk apapun
  16. Lembaga dan bentuk badan lainnya
  17. Kontrak Investasi Kolektif (KIK)
  18. Bentuk Usaha Tetap

b. Objek PPh Badan

Objek PPh Badan adalah penghasilan yang diterima atau diperoleh badan. Bagi Subjek Badan dalam negeri yang menjadi objek PPh adalah semua penghasilan baik dari dalam maupun dari luar negeri sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 4 Ayat (1) Undang-Undang PPh yang meliputi:

  1. Hadiah dari kegiatan dan penghargaan.
  2. Laba usaha.
  3. Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta (selain tanah dan bangunan).
  4. Penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya.
  5. Bunga, termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian utang.
  6. Dividen.
  7. Royalti atau imbalan atas penggunaan hak.
  8. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta.
  9. Keuntungan karena pembebasan utang, kecuali sampai dengan jumlah tertentu yang ditetapkan.
  10. Peraturan Pemerintah.
  11. Keuntungan karena selisih kurs mata uang asing.
  12. Selisih lebih karena penilaian kembali aktiva tetap.
  13. Iuran yang diterima perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas.
  14. Penghasilan dari usaha berbasis syariah.
  15. Surplus Bank Indonesia.

Diartikel berikutnya akan kita bahas mengenai jenis dan peraturan tentang Pajak Penghasilan Badan

No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.