Top
IC Consultant / Artikel  / Mengenal Lebih Dalam Mengenai Pajak Bumi Bangunan
Pengertian pajak bumi bangunan

Mengenal Lebih Dalam Mengenai Pajak Bumi Bangunan

Tentunya masih banyak orang yang belum mengetahui apa itu pajak bumi bangunan, padahal hal ini wajib Anda ketahui mengingat semua orang wajib untuk membayar pajak ini. Pajak sendiri merupakan hal yang wajib dibayar oleh semua warga negara Indonesia, mengingat pajak merupakan salah satu pemasukan negara.

Jadi dengan membayar pajak dapat memajukan perekonomian negara, pajak yang ada di Indonesia sendiri beragam. Salah satunya adalah pajak bumi bangunan, oleh sebab itu sebagai warga negara yang baik maka Anda wajib mengetahui seluk beluk dari pajak yang satu ini.

Tentunya pengetahuan Anda mengenai pajak juga akan semakin bertambah sehingga Anda wajib mengetahuinya agar tidak salah kaprah ke depannya nanti.

Pengertian pajak bumi bangunan

pajak bumi bangunan

Pajak bumi bangunan merupakan pemungutan atas tanah dan bangunan yang muncul akibat dari keuntungan maupun kedudukan ekonomi dan sosial seseorang maupun badan yang memiliki hak atas bangunan dan tanah tersebut. Tentunya jika dilihat dari sifatnya maka pajak ini memiliki sifat kebendaan dimana besarnya pajak ditentukan berdasarkan dari keadaan objeknya yaitu berupa bangunan dan bumi.

Tentunya keadaan objeknya tidak memberikan pengaruh terhadap besarnya barang tersebut. Beberapa contoh objek bumi yang bisa dikenakan pajak in adalah seperti sawah, ladang, kebun, tanah, pekarangan, maupun tambang. Sedangkan untuk objek bangunan yang bisa dikenakan adalah seperti rumah, bangunan usaha, gedung bertingkat, pusat perbelanjaan, pagar mewah, dan kolam renang.

Beberapa objek yang tidak terkena pajak bumi bangunan

Beberapa objek yang tidak terkena pajak bumi bangunan

Tentunya tidak semua objek bumi dan bangunan dapat dikenakan pajak, objek yang dibebaskan terkena pajak ini adalah telah tercantum adalah UU No12 tahun 1994 dimana beberapa kriteria dari objek yang bebas terkena pajak adalah sebagai berikut ini:

1. Objek yang digunakan untuk kepentingan umum

Tentunya objek yang digunakan untuk kepentingan umum seperti untuk ibadah, sosial, kesehatan, pendidikan maupun kebudayaan tidak akan dikenakan pajak apabila tidak mengambil keuntungan di dalamnya. Tidak heran jika bangunan yang berkaitan dengan hal ini akan dibebaskan dari pajak ini.

2. Digunakan untuk kuburan maupun situs purbakala

Tentunya terdapat lahan yang digunakan untuk dijadikan sebagai kuburan, dimana lahan ini sudah pasti tidak akan dikenakan pajak ini. Serta lahan yang terdapat situs purbakala di atasnya juga tidak akan dikenakan pajak ini sehingga lahan seperti ini bebas akan pajak ini.

3. Objek yang merupakan hutan lindung maupun taman nasional

Apabila sebuah lahan merupakan hutan lindung, hutan suaka, hutan wisata maupun taman nasional tidak akan dikenakan pajak, walaupun lahan tersebut dikuasai oleh sebuah desa maupun menjaga tanah negara dimana belum dibebani oleh sebuah hak.

4. Objek pajak digunakan dalam perwakilan diplomatik

Objek pajak digunakan dalam perwakilan diplomatik maupun konsultan dimana hal ini didasarkan dengan asas perlakuan timbal balik.

Tarif untuk pajak bumi bangunan besar dengan undang-undang yang mengatur

Tarif untuk pajak bumi bangunan

Tentunya untuk tarif dari pajak bumi bangunan dari dulu hingga sekarang masih sama yaitu sebesar 0,5%, dimana hal ini telah berlaku sejak lama.

Pastinya terdapat UU yang mengatur tentang pajak bumi bangunan ini, dimana seperti pungutan atas pajak ini didasarkan pada UU No 12 Tahun 1994 dimana merupakan perubahan atas UU No 12 tahun 1985 mengenai Pajak Bumi dan Bangunan. Oleh sebab itu dengan mengetahui hal ini maka bisa mengenal seluk beluk apa itu pajak bumi bangunan.

Sekian artikel kali ini semoga bisa bermanfaat untuk anda, jangan lupa untuk share dan berikan komentar dibawah ini, Terimakasih.

No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.