Top
IC Consultant / Artikel  / Cara Mudah Membuat Faktur Pajak

Cara Mudah Membuat Faktur Pajak

Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai Cara Mudah Membuat Faktur Pajak, karena sebagian orang kerap kali kesulitan membuat faktur pajak apalagi untuk mereka yang awam didunia perpajakan, oleh karena itu penting dibawah ini kita ketahui bagaimana cara mudan untuk membuat faktur pajak.

Sebelum mengetahui cara membuat faktur pajak, ada baiknya untuk memahami terlebih dahulu apa itu faktur pajak sederhana. Sejatinya, faktur pajak sederhana sangat mudah dijumpai dalam aktivitas sehari-hari. Seperti halnya ketika Anda sedang membayar makanan atau minuman di restoran, maka Anda akan mendapatkan struk belanja, struk belanja ini juga termasuk dalam bagian faktur pajak sederhana.

Selain struk belanja, kuitansi juga merupakan salah satu contoh faktur pajak sederhana yang tentunya sering Anda jumpai, bukan? Bukti-bukti pembayaran tersebut memiliki komponen-komponen yang terdapat dalam faktur pajak sederhana. Selain itu, bukti pembayaran tersebut juga merupakan bukti yang sah secara hukum bahwa Anda telah turut andil dalam membayar pajak dengan nominal yang sesuai terhadap apa yang Anda beli atau bayarkan.

Singkatnya, faktur pajak sederhana merupakan bukti pungutan pajak yang dikeluarkan oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang menyerahkan atau menerima Barang dan Jasa Kena Pajak (BKP/JKP) secara eceran. Faktur pajak sederhana ini secara fungsional disamakan fungsinya dengan faktur pajak standar. Bicara seputar faktur pajak sederhana, tentunya Anda harus mengetahui ada beberapa komponen-komponen yang wajib dimiliki oleh faktur pajak sederhana untuk bisa disamakan fungsinya dengan faktur pajak standar. Apa saja?

Komponen dalam Membuat Faktur Pajak Sederhana

Seperti yang sudah di bahas sedikit di atas, bukti pembayaran seperti struk belanja dan kuitansi merupakan contoh faktur pajak sederhana, karena bukti pembayaran tersebut telah memenuhi komponen-komponen yang diperlukan untuk layak disebut sebagai faktur pajak sederhana. Diantaranya sebagai berikut:

  1. Nama, alamat dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang menyerahkan BKP.
  2. Jenis BKP yang diserahkan.
  3. Harga jual yang sudah memfaktorkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau  besaran PPN dicatatkan secara terpisah.
  4. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang dipungut.
  5. Kode, nomor seri dan tanggal pembuatan faktur.

Kode dan nomor seri faktur pajak sederhana juga sangat berbeda dibanding faktur pajak lainnya. Kode dan nomor seri faktur pajak sederhana dapat berbentuk nomor nota, kode nota atau ditentukan sendiri oleh PKP. Sehingga hal yang satu ini bisa menjadi ciri-ciri utama sebuah faktur pajak sederhana.

Selain ciri-ciri tersebut, faktur pajak sederhana juga memiliki format yang tidak kompleks namun tetap mengandung kelima unsur di atas sehingga tetap bisa dinyatakan sebagai persyaratan legal dan formal.

Faktur pajak sederhana yang dibuat PKP eceran juga diharuskan untuk memenuhi ketentuan yang telah diwajibkan. Jika faktur pajak sederhana yang dibuat tidak mencantumkan salah satu dari lima persyaratan komponen di atas, maka faktur pajak sederhana tersebut dapat dikategorikan sebagai faktur pajak tidak lengkap dan menjadikan faktur pajak tersebut tidak sah secara hukum.

No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.