Top
IC Consultant / Artikel  / Cara Menghitung PPh 25 sesuai dengan UU Nomor 36 Tahun 2008

Cara Menghitung PPh 25 sesuai dengan UU Nomor 36 Tahun 2008

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai bagaimana cara menghitung PPh 25 sesuai dengan UU Nomor 36 Tahun 2008, dimana hal ini penting untuk diketahui baik itu untuk dipraktekan secara langsung dan juga tentunya untuk menjadi informasi yang terupdate.

Cara Menghitung PPh 25 sesuai dengan UU Nomor 36 Tahun 2008

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menghitung penghasilan bruto Anda setiap bulan.

Caranya begini, Anda jumlahkan saja penghasilan secara keseluruhan pada bulan berjalan. Maksudnya tidak hanya gaji pokok Anda saja yang masuk dalam perhitungan, namun juga tunjangan lainnya bila ada, seperti tunjangan transport, tunjangan perumahan, premi Jaminan Kecelakaan Kerja, premi Jaminan Kematian, premi asuransi kesehatan, dan tunjangan lain yang sifatnya teratur.

Selain itu, uang tambahan di luar gaji pokok juga ikut dijumlahkan, seperti uang lembur, uang perjalanan dinas, bonus, uang cuti, tunjangan hari raya, dan tunjangan lainnya. Nah Anda jumlahkan saja semuanya, hasilnya nanti merupakan penghasilan bruto pada bulan berjalan atau satu bulan penghasilan.

Langkah kedua menemukan penghasilan bersih atau neto Anda selama satu bulan

Untuk menemukan penghasilan bersih atau neto Anda selama satu bulan mudah saja. Anda hanya perlu mengurangi penghasilan bruto Anda pada bulan berjalan dengan pengurangnya. Nah yang dimaksud pengurang di sini, misalnya adalah biaya jabatan (biasanya 5% dari gaji pokok), iuran pensiun (biasanya 2% dari gaji pokok), iuran Jaminan Hari Tua (biasanya 2% dari gaji pokok).

Langkah ketiga adalah menghitung penghasilan bersih atau neto selama satu tahun

Caranya mudah, Anda juga pasti sudah bisa melakukannya. Anda tinggal mengalikan 12 kali penghasilan bersih satu bulan Anda.

Langkah keempat adalah menghitung Penghasilan Kena Pajak (PKP)

Anda bisa menghitungnya dengan cara mengurangi PKP, yaitu penghasilan bersih Anda selama satu tahun yang sudah Anda hitung tadi dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). PTKP ini berbeda-beda, tergantung dari status wajib pajak tersebut, antara yang belum kawin, kawin dan belum punya anak (K-0), kawin dan punya anak 1 (K-1), kawin dan punya anak dua (K-2), dan kawin dan punya anak 3 (K-3) berbeda-beda.

Langkah kelima adalah menghitung PPh 25 yang harus dibayarkan

Setelah Anda mengetahui PKP selama satu tahun, Anda tinggal mengalikannya dengan tarif PPh 25 yang berlaku. Namun jika Anda ingin mengetahui berapa PPh 25 Anda per bulannya, maka Anda tinggal membagi total pajak setahun dengan 12. Dengan mengetahui PPh 25 Anda per bulan, Anda bisa menghitung penghasilan bersih Anda dengan mengurangi penghasilan bersih pada bulan berjalan dengan PPh 25 pada bulan berjalan.

Beberapa informasi di atas diharapkan dapat menambah wawasan Anda tentang Pajak Penghasilan atau PPh 25. Dengan begitu Anda dapat mengetahui lebih jelas apa saja kewajiban dan hak Anda sebagai wajib pajak, serta meminimalisir kemungkinan terjadinya pergesekan pada gaji atau upah yang Anda terima. Terakhir, jangan lupa bayarlah pajak Anda tepat waktu sebagai bentuk tanggung jawab Anda sebagai Wajib Pajak.

No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.