Top
IC Consultant / Artikel  / Cara Menghitung Pajak Progesif
Cara Menghitung Pajak Progesif

Cara Menghitung Pajak Progesif

Pajak progresif merupakan tarif pemungutan pajak, dimana persentase pajak akan naik, dengan semakin banyak jumlah barang / jasa yang digunakan sebagai dasar pengenaan pajak. Berikut ini beberapa contoh pajak progresif dan cara menghitung pajak progresif.

Pajak Penghasilan

Menghitung Pajak Progesif

Berdasarkan undang-undang No. 36 tahun 2008, maka setiap warga negara Indonesia yang memiliki penghasilan dan sesuai undang-undang diwajibkan untuk membayar pajak atas penghasilan bruto yang diperoleh. Cara menghitung pajak progresif dalam pajak penghasilan diatur di dalam PPh pasal 21, sebagai berikut :

1. Hitunglah penghasilan bruto selama setahun

Penghasilan bruto adalah seluruh penghasilan yang diperoleh. Sehingga ketika menghitung penghasilan bruto, semua penghasilan harus dicantumkan. Sehingga tidak hanya gaji pokok, namun tunjangan-tunjangan lain juga harus disertakan. Seperti tunjangan anak, tunjangan istri dan lain sebagainya.

2. Hitung penghasilan tidak kena pajak (PTKP)

Penghasilan tidak kena pajak disesuaikan dengan status yang dimiliki. Ada tiga kategori status dalam penghitungan PTKP, yaitu tidak kawin ( TK ), kawin ( K ), serta kawin dan penghasilan pasangan digabung ( K/I ). Besar tunjangan PTKP untuk anak atau tanggungan lain, maksimal 3 orang.

3. Hitung pengurangan lain

Pengurangan pajak lain biasanya meliputi, tunjangan biaya jabatan dan iuran pensiun. Tunjangan biaya jabatan diambil 5% dari penghasilan bruto. Tunjangan biaya jabatan maksimal 6 juta per tahun. Sedangkan iuran pensiun diambil 5% dari penghasilan bruto. Namun berbeda dengan tunjangan jabatan, iuran pensiun maksimal 2,4 juta per tahun.

4. Hitung penghasilan netto

Penghasilan netto diambil dari : Penghasilan Bruto – Penghasilan PTKP – Tunjangan Jabatan dan Iuran Pensiun.

5. Kalikan penghasilan netto dengan tarif pajak penghasilan yang berlaku

Setelah diperoleh penghasilan netto, kalikan penghasilan netto dengan tarif pajak yang berlaku. Tarif pajak yang berlaku, yaitu 5% untuk penghasilan 50 juta ke bawah, 15% untuk penghasilan 50 juta sampai 250 juta, 25% untuk penghasilan 250 juta sampai 500 juta, dan 30% untuk penghasilan di atas 500 juta.

Pajak Motor

Pajak Motor progresif

Penerapan pajak progresif juga berlaku pada kendaraan bermotor, seperti motor. Semakin banyak motor yang dimiliki, maka semakin banyak pula pajak yang harus dibayarkan. Berikut merupakan persentase dan cara menghitung pajak progresif motor.

1. Persentase pajak progresif motor

Persentase pajak progresif motor berbeda-beda sesuai dengan jumlah kendaraan yang dimiliki.

  • Pajak untuk kepemilikan motor pertama akan dikenakan pajak sebesar 2%.
  • Untuk kepemilikan kedua mendapat pajak sebesar 2.5%.
  • Kepemilikan ketiga diberikan pajak sebesar 3%.
  • Kepemilikan keempat diberi pajak 3.5%, dan
  • Kepemilikan kelima mendapatkan pajak sebesar 4%.

2. Menghitung pajak progresif motor.

Cara menghitung pajak motor cukup mudah, yaitu :

Pajak = NJKB + SWDKLLJ

NJKB merupakan Nilai Jual Kendaraan Bermotor. NJKB bisa diperoleh dari Pajak Kendaraan Bermotor ( PKB ) dibagi 2 kemudian dikalikan seratus ( PKB/2 x 100). Jumlah PKB dapat dilihat dari surat tanda nomor kendaraan ( STNK ).

Sedangkan SWDKLLJ adalah Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Sumbangan ini dibedakan sesuai jenis kendaraan. Untuk motor SWDKLLJ yang harus di bayar sebesar 35 ribu.

Pajak Mobil

Pajak Mobil Progresif

Pajak kendaraan bermotor harus dibayarkan setiap tahun secara rutin. Sama halnya dengan motor, pajak mobil juga menerapkan sistem pajak progresif. Sehingga makin banyak mobil yang dimiliki, semakin besar pula pajak yang harus dibayarkan.

Penghitungan untuk pajak progresif mobil sama dengan motor, yaitu :

Pajak = NJKB + SWDKLLJ

Hal yang membedakan hanya nilai dari NJKB ( Nilai Jual Kendaraan Bermotor ), SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan ) dan persentase pajak yang harus dibayar. Persentase pajak mobil, yang harus dibayar, meliputi :

  • 1. Kepemilikannya pertama membayar sebesar 1,5%.
  • 2. Kepemilikan kedua membayar sebesar 2%.
  • 3. Kepemilikan ketiga membayar sebesar 2,5%.
  • 4. Kepemilikan keempat membayar sebesar 3%, dan
  • 5. Kepemilikan kelima membayar sebesar 3,5%.
No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.