Top
IC Consultant / Artikel  / Wajib Pajak Harus Tahu Apa yang Dimaksud PPh Pasal 25
Pengertian PPh Pasal 25

Wajib Pajak Harus Tahu Apa yang Dimaksud PPh Pasal 25

Setiap bulan wajib pajak yang melakukan suatu kegiatan usaha diwajibkan untuk membayar angsuran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25. Apa yang dimaksud PPh Pasal 25?

Apa yang Dimaksud PPh Pasal 25?

Apa yang Dimaksud PPh Pasal 25

Pemilik usaha baik secara perorangan maupun badan usaha biasanya dikenai PPh Pasal 25. PPh Pasal 25 diterapkan dengan maksud untuk memudahkan para wajib pajak membayar pajak penghasilan dengan cara diangsur setiap bulannya. Dengan membayar pajak penghasilan setiap bulan, wajib pajak tak terlalu terbebani oleh ketentuan pajak terhutang harus lunas dalam waktu satu tahun. Pembayaran pajak ini dilakukan sendiri oleh wajib pajak, tak boleh diwakilkan.

Ketentuan penerapan pajak ini merupakan salah satu kewajiban wajib pajak yang harus dipahami dengan baik karena tak sedikit para wajib pajak yang kebingungan mengenai apa yang dimaksud PPh Pasal 25 dan bagaimana penerapannya. PPh Pasal 25 dituangkan dalam bentuk SPT Tahunan yang dihitung setiap setahun sekali. Pada skala perusahaan, pajak penghasilan baru bisa dilaporkan setelah membuat laporan keuangan dalam bentuk tutup buku tahunan. Hal tersebut karena perhitungan pajak penghasilan bersifat tahunan dan bisa diketahui setelah adanya data penghasilan yang diperoleh perusahaan selama satu tahun tersebut.

Ketentuan Perhitungan PPh Pasal 25

Ketentuan Perhitungan PPh Pasal 25

Perhitungan pajak penghasilan PPh Pasal 25 dilakukan berdasarkan pada SPT Tahunan tahun sebelumnya. Dengan begitu, penghitungan pajak penghasilan diasumsikan kalau penghasilan wajib pajak tahun ini sama dengan penghasilan tahun lalu. Apabila nantinya ditemukan adanya perbedaan atau selisih antara kondisi sebenarnya dengan pajak terakhir, maka selisih tersebut dibayarkan sebagai kekurangan pajak akhir tahun. Kekurangan pajak akhir tahun itulah yang disebut dengan PPh Pasal 29. Apabila yang terjadi adalah kelebihan pembayaran atau restitusi, maka kelebihan pembayaran pajak yang telah dibayarkan tersebut bisa diberikan kepada wajib pajak.

Bagaimana Cara Menghitung PPh Pasal 25?

Bagaimana Cara Menghitung PPh Pasal 25

Perhitungan PPh Pasal 25 bisa dilakukan dengan cara mengurangi Pajak Penghasilan Terhutang sesuai SPT Tahunan sebelumnya dengan kredit pajak (PPh Pasal 21, 22, 23 dan 24) kemudian dibagi dengan 12 (sesuai dengan jumlah bulan dalam bagian tahun pajak). Wajib pajak diwajibkan untuk melunasi kekurangan pembayaran pajak yang terhutang sebelum penyampaian SPT. Yang dimaksud dengan kredit pajak atau pajak penghasilan yang dipotong dalam hal ini adalah :

  • · PPh Pasal 21 – pembayaran kredit pajak bagi wajib pajak yang memiliki NPWP dilakukan sesuai dengan tarif Pasal 17 Ayat 1 . Sedangkan bagi wajib pajak yang tak memiliki NPWP akan dikenai tambahan sebesar 20%.
  • · PPh Pasal 22 – bagi wajib pajak yang tak memiliki NPWP akan dikenai pungutan sebesar 100%.
  • · PPh Pasal 23 – potongan 15% berdasarkan pada bunga, dividen, royalti dan hadiah. Ada juga potongan 2% yang diterapkan berdasarkan imbalan jasa, sewa serta penghasilan lainnya.
  • · PPh Pasal 24 – pajak penghasilan yang dibayarkan atau terhutang di luar negeri bisa dikreditkan menurut ketentuan pasal 24 kemudian dibagi 12 sesuai dengan jumlah bulan dalam masa pajak setahun.

Batas Waktu Pembayaran PPh Pasal 25

Batas Waktu Pembayaran PPh Pasal 25

Selain mengetahui apa yang dimaksud PPh Pasal 25, sebagai warga negara yang baik Anda juga perlu mengetahui kapan batas waktu pembayaran PPh Pasal 25. Angsuran pajak penghasilan ini dibayarkan selambat-lambatnya pada tanggal 15 di bulan berikutnya setelah batas waktu jatuh tempo. Jadi, kalau pembayaran pajak jatuh tempo pada bulan Februari 2018, maka angsuran PPh Pasal 25 harus Anda bayarkan maksimal pada tanggal 15 Maret 2018. Apabila pada tanggal tersebut ternyata hari libur nasional, maka penyetoran bisa dilakukan pada hari kerja berikutnya.

No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.