Top

Apa Yang di Maksud Pajak Progresif? Ini Penjelasannya

Pada saat Anda membeli sebuah motor ataupun mobil yang baru tentu ada banyak orang yang merasa terkejut dengan besaran pajak kendaraan yang ditawarkan. Namun, setelah di cek dengan pasti bahwa ini merupakan pajak progresif yang memang dikenakan berdasarkan alamat yang sama. Nah, untuk informasi lebih dalam mengenai apa yang dimaksud pajak progresif dan penjelasan lainnya maka Anda bisa melihatnya langsung seperti di bawah ini.

Apa Itu Pajak Progresif?

Apa Itu Pajak Progresif

Nah, bagi Anda yang memiliki kendaraan yang memang lebih dari satu, baik itu untuk kendaraan roda dua dan juga roda empat tentu Anda harus membayar pajak dengan lebih tinggi lagi bukan untuk kendaraan selanjutnya hingga sampai ketiga ataupun seterusnya jika Anda memilikinya. Selain memang untuk meningkatkan dalam penerimaan daerah dari pajak, aturan yang diberlakukan tersebut juga bisa diberlakukan untuk mengurangi kemacetan pada suatu daerah. Untuk itu, bagi Anda yang masih bingung dengan hal ini khususnya mengenai apa yang dimaksud pajak progresif maka di sini Anda dapat melihatnya dengan jelas.

Pajak Progresif merupakan sebuah pajak yang memang di bebankan kepada pemilik kendaraan baik itu berupa sepeda motor ataupun mobil. Pajak seperti ini biasanya berlaku untuk jumlah kendaraan yang dimiliki oleh seseorang yang memang lebih dari satu dengan menggunakan nama pribadi ataupun dengan nama anggota keluarga yang lainnya yang tinggal di satu alamat. Selain itu, pajak progresif seperti ini diatur langsung di dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Jadi sebagai contoh misalnya Anda memiliki satu buah mobil, satu sepeda motor dan juga satu truk di dalam satu rumah. Dimana semua kendaraan tersebut memang atas nama pribadi Anda. Oleh karena itu, masing-masing kendaraan memang ditetapkan menjadi kepemilikan pertama karena memang kendaraan tersebut berbeda jenis. Dengan begitu secara otomatis maka Anda nantinya akan dikenakan pajak progresif pertama.

Informasi Pengenaan Tarif Pajak Progresif

Tarif Pajak Progresif

Untuk itu menurut pasal 6 dengan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 tentu menjelaskan bahwa ketentuan tarif pajak progresif untuk kendaraan bermotor ditetapkan langsung sebagai berikut:

  • Dimana kepemilikan kendaraan bermotor pertama nantinya akan di kenakan biaya paling sedikit sekitar 1% dan untuk yang paling besar bisa sekitar 2%.
  • Lalu kepemilikan kendaraan bermotor kedua, ketiga dan juga seterusnya akan di bebankan langsung tarif dengan biaya paling rendah sekitar 2% dan paling tinggi bisa mencapai 10%.

Walaupun memang persentase tarif telah di tetapkan namun setiap daerah tentu memiliki kewenangan tersendiri untuk dapat menetapkan besaran tarifnya sendiri. Untuk itu sebagai syaratnya, maka jumlah tarif tersebut memang tidak bisa melebihi rentang yang telah di cantumkan di dalam pasal 6 dengan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009.

Tips Terbaik Dalam Menghindari Pengenaan Pajak Progresif Yang Lebih Besar

Menghindari Pengenaan Pajak Progresif

Setelah Anda baca dan mengetahui apa itu pajak progresif tentu Anda akan menjadi bingung mengenai hal ini bukan sehingga untuk membeli kendaraan lebih dari satu akan membutuhkan pertimbangan yang matang. Namun, sebagai informasi yang bermanfaat untuk Anda mengenai hal ini tentu Anda bisa mencoba beberapa tips seperti berikut ini.

1. Cobalah Untuk Membuat Kartu Keluarga Terpisah Dengan Orangtua

Kendaraan memang sangat dibutuhkan oleh setiap orang terlebih lagi bagi Anda yang tinggal di kota besar. Namun, mengingat pajak progresif tentu terkadang membuat Anda menjadi bingung dan harus berpikir dua kali. Untuk itu, sebagai tips yang tepat sehingga Anda bisa membeli kendaraan maka sebaiknya Anda bisa membuat kartu keluarga terpisah dengan orang tua. Hal seperti ini dapat memenuhi kebutuhan sendiri diantara memiliki kendaraan pribadi. Akan tetapi jika Anda membeli kendaraan dengan alamat yang sama maka kendaraan yang Anda beli nantinya akan di kenakan tarif pajak progresif tersebut. Oleh sebab itu, untuk menghindari hal seperti ini dengan cara membayar pajak dengan harga normal maka Anda bisa membuat kartu keluarga terpisah.

Untuk itu, bagi Anda yang sudah menikah dan ingin memiliki kartu keluarga terpisah maka Anda bisa langsung mendatangi samsat serta mengajukan keberatan atas pengenaan tarif pajak progresif yang terbilang tidak tepat sehingga nantinya Anda akan diminta mengisi sebuah formulir yang memang menyatakan Anda beda keluarga ataupun memiliki kartu keluarga yang terpisah dari orang tua.

No Comments

Post a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.